Rekanan RSUD Embung Fatimah Divonis 5 Tahun Penjara. Harus Bayar Kerugian Negara Rp 5,6 Miliar

Fransiska terdakwa dalam perkara tipikor alkes RSUD Embung Fatimah divovis lima tahun kurungan penjara

Rekanan RSUD Embung Fatimah Divonis 5 Tahun Penjara. Harus Bayar Kerugian Negara Rp 5,6 Miliar
tribunbatam/ian pertanian
Suasana depan RSUD Embung Fatimah 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Fransiska terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi (tipikor) alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Kota Batam divovis lima tahun kurungan penjara dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Senin (13/8/2018).

Vonis terdakwa yang merupakan rekanan RSUD Embung Fatimah itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut lima tahun dan enam bulan penjara.

Amar putusan yang dibacakan Majelis Hakim secara bergantian itu juga menjatuhkan denda sebesar Rp 200 juta kepada terdakwa dan subsider dua bulan kurungan penjara.

Baca: Misi Rahasia di Afghanistan, Sniper SAS Lumpuhkan Petinggi ISIS dari Jarak 1.600 Meter

Baca: VIRAL Penyanyi Pop Lebanon Ungkapkan Perjuangan Melawan Kanker Payudara Lewat Video Musik

Baca: Oxley Mulai Bangun Pondasi, Gesa Pembangunan Proyek Properti Premium

Sidang yang dipimpin Santonius Tambunan dengan anggota majelis hakim Jhon Efri dan Iriaty Khoirul Umah menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 2 dan pasal 18 tentang pengganti kerugian negara atas kasus korupsi.

"Menghukum terdakwa dengan kurungan penjara selama lima tahun penjara, denda Rp 200 juta dengan subsider selama dua bulan kurungan penjara. Selain biru terdakwa juga dikenakan uang pengganti atas kerugian negara yang ditimbulkan akibat dari perbuatannya," katanya.

Dalam amar putusan itu, kerugian negara yang muncul akibat pengadaan alkes lebih dari Rp 5,6 miliar. Untuk itu terdakwa dikenakan uang pengganti sesuai angka kerugian dalam putusan Majelis Hakim.

"Jika tidak dibayar dalam waktu yang telah ditentukan yakni 1 bulan maka harta benda terdakwa akan disita. Jika tidak mencukupi harta benda terdakwa maka terdakwa akan diganti dengan kurungan tambahan penjara selama 2 tahun 6 bulan penjara," ungkapnya.

Mendengar putusan tersebut terdakwa dan JPU menyatakan pikir-pikir.

Kasus ini merupakan pengadaan alkes Rumah sakit Embung Fatimah Kota Batam. Ada terdakwa lainnya yang sudah menjadi terpidana dengan kurungan penjara yakni direktur RSUD Embung Fatimah selama 5 tahun penjara. (wfa)

Penulis:
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved