Asian Games 2018

RESPEK! Rencana Demo Batal, Driver Ojek Online Justru Ikut Amankan Pembukaan Asian Games 2018

Keputusan penundaan aksi 188 adalah bentuk dukungan ojek online untuk menjaga nama baik Indonesia di mata dunia.

RESPEK! Rencana Demo Batal, Driver Ojek Online Justru Ikut Amankan Pembukaan Asian Games 2018
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Sejumlah driver ojek online berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin (23/4/2018). Rencana akan demo pada pembukaan Asian Games 2018 pada Sabtu hari ini batal dan para driver ojek online justru akan ikut mengamankan lancarnya Asian Games 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Rencana demo besar-besaran yang akan dilakukan para driver ojek online pada pembukaan Asian Games 2018, tiba-tiba berubah.

Driver ojek online justru akan mengalihkan aksi demo dengan membantu pengamanan Asian Games 2018.

Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) memutuskan menunda aksi demo 188 pada pembukaan pagelaran Asian Games 2018, Sabtu (18/8/2018) hari ini.

Keputusan penundaan aksi 188 adalah bentuk dukungan ojek online untuk menjaga nama baik Indonesia di mata dunia.

Pasalnya, Indonesia adalah tuan rumah pesta olahraga terbesar di Asia tersebut sehingga Garda, dengan kesadaran sendiri.

Penanggung jawab aksi 188 Yohannes Ben mengatakan, nama baik Indonesia di mata Internasional lebih penting dibandingkan tuntutan kenaikan tarif pengemudi ojek online yang diperjuangkan saat ini.

"Kita sebagai anak bangsa memang memikirkan perut, tapi kami juga ingin menjaga nama baik Indonesia. Oleh karena itu, kami memutuskan mundur dan memikirkan rencana aksi selanjutnya," tutur Yohannes di Kantor Sekretariat Garda, Jakarta Pusat, Kamis (16/8/2018).

"Ojek online Indonesia ini lebih memiliki jiwa besar daripada aplikator kapitalis dan pecundang. Kita mengalah bukan berarti kalah," sambungnya.

Yohannes mengakui, pemerintah telah berusaha membantu menjadi mediator antara pengemudi dan aplikator ojek online.

"Kita sudah tau pemerintah sudah membantu. Kita sudah difasilitasi oleh Kementerian Perhubungan dan Direktorat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Metro Jaya untuk bertemu aplikator. Tapi, mereka tetap bersikukuh tidak mau menaikkan tarif," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved