Banyak Atlet Pingsan, Pemerintah Putuskan Tutup Kolam Renang Ini

Peristiwa pingsannya sejumlah atlet saat berlatih di Kolam Renang Gajayana membuat pemerintah memutuskan untuk menutup kolam renang tersebut.

Banyak Atlet Pingsan, Pemerintah Putuskan Tutup Kolam Renang Ini
TRIBUNJATIM.COM
Plt Wali Kota Malang Sutiaji sedang berbincang dengan satu di antara korban kolam renang Gajayana di rumah sakit. 

TRIBUNBATAM.id, MALANG - Peristiwa pingsannya sejumlah atlet saat berlatih di Kolam Renang Gajayana berujung penutupan sarana olah raga itu mulai hari ini, Rabu (22/8/2018) oleh Plt Wali Kota Malang, Sutiaji.

"Hari ini kami tutup, entah sampai kapan. Jumat kan sudah jadwalnya libur," kata Sutiaji kepada wartawan, Rabu (22/8/2018). 

Kolam renang itu akan dioperasikan lagi setelah hasil tes terhadap sampel air kolam keluar. 

 Sutiaji belum menjelaskan nama laboratorium dan kapan hasil laboratorium keluar.

"Biar dapat hasil tes dari lab dulu, agar aman. Sambil kita menunggu," paparnya.

Sejauh ini, petugas medis masih belum bisa menjelaskan alasan para atlet pingsan pada Minggu (12/8/2018).

Sutiaji juga mengatakan, dokter tidak begitu saja mempublikasikan informasi medis karena berkaitan dengan etika kedokteran.

Baca: Resep Sate Kambing Khas Surabaya Enak, Coba Yuk untuk Hidangan Idul Adha Tahun Ini

Baca: Tebar Horor di Americas Got Talent 2018, Lihat Aksi The Sacred Riana Dikejar 8 Kembarannya

Baca: Jadwal Final Bulutangkis Asian Games 2018 Hari Ini: Indonesia vs China

"Dari para petugas di sana, belum bisa menjelaskan kenapa sampai pingsan karena berkaitan dengan publish dan etika dokter. Maka tidak sembarangan," ujarnya.

Sutiaji sudah meminta agar dilakukan tes darah. Hasil tes darah itu diharapkan bisa memberikan informasi akurat terkait kasus yang terjadi pada sejumlah atlet renang itu.

Sonya Angelica Kawilarang, atlet renang Kota Malang yang menjadi korban menuturkan ada perbedaan kondisi air saat dirinya berenang pada Minggu (19/8/2018) lalu. 

"Beda banget, airnya lebih pait sampai tidak tahan," tutur Sonya.

Minggu (19/8/2018) sore, dia bersama teman-temannya dari klub Taman Harapan berlatih renang.

Masih berenang 30 menit, atau di tahap 'warming up', Sonya merasakan keanehan pada dirinya.

"Saya sesak nafas padahal itu masih warming up. Air pahit dan baunya menyengat," tegas Sonya.

Karena merasa tidak kuat, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) ini memilih keluar dari kolam.

Dia merasa sesak nafas, yang kemudian diikuti pusing. Dia pun masuk ke ruang ganti.

"Saat di ruang ganti ini, saya mimisan. Hidung saya berdarah. Setelah berganti baju, saya laporan ke pelatih," ujar Sonya. 

Pelatih  Kepala Klub Orca Yosi Kurniahadi mengharapkan ada observasi untuk air kolam renang Gajayana. 

Yosi menuturkan sebelum peristiwa itu terjadi, dirinya sempat membaui kolam renang.

Dari sisi bau, memang tidak terlalu menyengat. Namun itu tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran.

Bau air kolam hari ini tidak semenyengat bau air di hari Minggu (19/8/2018) saat peristiwa pertama terjadi.

Ketika itu, bau air kolam menyengat, bahkan baunya menempel di baju renangnya. 

"Sampai sekarang masih bau. Karenanya sekali lagi harus ada observasi," ujarnya beberapa hari lalu. 

Karenanya, klub memilih menunggu hasil observasi air kolam. Sementara ini klub tidak berlatih di kolam renang Gajayana.  (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Setelah Bikin Pingsan Sejumlah Atlet, Kolam Renang Gajayana Hari Ini Ditutup, http://jatim.tribunnews.com/2018/08/22/setelah-bikin-pingsan-sejumlah-atlet-kolam-renang-gajayana-hari-ini-ditutup?page=all.
Penulis: Benni Indo
Editor: Adi Sasono

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved