Presiden Dinilai Salah Pidato, Peso Argentina Kian Terpuruk

Maksud hati membuat pasar tenang, namun Presiden Argentina Mauricio Macri justru membuat pasar keuangan Argentina makin panik.

Presiden Dinilai Salah Pidato, Peso Argentina Kian Terpuruk
KOMPAS.COM
Presiden Argentina Mauricio Macri 

TRIBUNBATAM.id, BUENOS AIRES -  Maksud hati membuat pasar tenang, namun justru Presiden Argentina Mauricio Macri membuat blunder yang membuat pasar keuangan Argentina makin panik.

Setelah tujuh hari berturut-turut peso Argentina turun dalam, Presiden Argentina Mauricio Macri pada Rabu (29/8/2018), memutuskan membuat pidato yang langka untuk meyakinkan pasar bahwa Argentina tidak kesulitan membayar utangnya.

Dalam pidato selama dua menit di televisi, Macri juga mengumumkan kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mempercepat pencairan pinjaman sebesar 50 miliar dolar AS.

Nah, pengumuman ini malah meningkatkan alarm tentang kemampuan Argentina untuk membiayai dirinya sendiri dan mendorong penurunan kurs peso.

IMF sendiri tak segera merespon pengumuman Macri tersebut.

Baca: Tetesan Air Mata Ahmad Albar dan Video Call Rini S Bono di Pemakaman Faldy Albar

Baca: Bukan Cristiano Ronaldo, Tapi Luka Modric yang Terpilih Sebagai Pemain Terbaik Eropa 2018

Baca: Cristiano Ronaldo Membuat Real Madrid Kecewa di Drawing Liga Champions 2018-2019

Meski pada akhirnya IMF  menyatakan sedang mempertimbangkan mempercepat pembayaran karena kondisi pasar yang buruk.

Seorang pejabat senior Kementerian Keuangan Argentina seperti dikutip Reuters mengatakan, Macri telah berbicara dengan para pemimpin negara-negara pemegang saham utama IMF pada Selasa lalu (28/8/2018), sebelum ia berpidato di televisi.

Namun pejabat itu mengakui bahwa Argentina bergegas mengumumkan pengumuman itu setelah beberapa hari menghabiskan banyak cadangan devisa namun tetap gagal menstabilkan peso.

"Apa yang Presiden inginkan adalah untuk memberikan pesan yang meyakinkan di pasar terbuka bahwa perjanjian itu dilakukan," kata pejabat itu kepada Reuters.

Analis dan investor menilai, pengumuman ceroboh itu merupakan serangkaian kegagalan komunikasi dan janji-janji yang telah merusak kredibilitas pembuat kebijakan Argentina, menghancurkan kepercayaan pasar pada kemampuan pemerintah untuk membalikkan ekonomi yang dilanda inflasi.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved