Pejabat Tinggi BNPB Sutopo Jalani Sidang Adat Dayak di Pontianak. Ini Kesalahannya

Sutopo pun memenuhi panggilan sidang hukum adat Dayak di Rumah Betang Sutoyo, Pontianak, Selasa (4/9/2019) siang

Pejabat Tinggi BNPB Sutopo Jalani Sidang Adat Dayak di Pontianak. Ini Kesalahannya
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho (pakai batik) usai menjalani sidang adat yang dilakukan masyarakat adat Dayak Kalimantan Barat di Rumah Betang, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (4/9/2018).Sutopo dikenakan sanksi adat oleh masyarakat adat Dayak Kalimantan Barat karena pernyataan Sutopo yang disiarkan di beberapa media yang mengatakan bahwa kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat disebabkan oleh tradisi Gawai Serentak. Pada sidang adat ini Sutopo meminta maaf kepada seluruh masyarakat Dayak dan mencabut pernyataannya. Dengan digelarnya sanksi adat ini kedua belah pihak pun berdamai dan semua permasalahan dinyatakan selesai. 

TRIBUNBATAM.id, PONTIANAK - Bermula dari pernyataannya yang menyebut tradisi gawai serentak menambah jumlah hotspot (titik api) di Kalbar, Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dituntut Aliansi Masyarakat Dayak Kalbar meminta maaf. 

Karena dinilai menyakiti perasaan masyarakat adat Dayak khususnya Kalbar.

Sutopo pun memenuhi panggilan sidang hukum adat Dayak di Rumah Betang Sutoyo, Pontianak, Selasa (4/9/2019) siang.

Baca: Satu Teknologi MotoGP Dipatenkan Yamaha, Apakah akan Diproduksi Massal?

Baca: Digelar di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Ketua Iperindo Pusat Lantik DPC Iperindo Kepri

Baca: Hasil Ujicoba Persib Bandung vs Tim Porda Kota Bandung - 3 Gol dari Jonathan Bauman

Sidang hukum adat dihadiri oleh Sekretaris Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Jakius Sinyor, Ketua Sekberkesda Joseph Odilo Oendoen, Ketua DAD Kabupaten/Kota se-Kalbar, para Temenggung dan perwakilan seluruh organisasi masyarakat serta organisasi kepemudaan Dayak se-Kalbar di Pontianak.

Saat hadir, Sutopo terlihat melemparkan senyum kepada orang-orang yang hadir.

Sebelum duduk bersama pada spot tempat pelaksanaan sidang adat, yakni lantai atas Rumah Betang, Sutopo menyempatkan diri bertemu dengan para tokoh-tokoh adat Dayak di Sekretariat DAD Provinsi Kalbar.

Baca: Polda Kepri Ekspos Kasus TKI Ilegal di Galang, Tersangka Patok Upah Rp 1,8 Juta per Orang

Baca: sscn.bkn.go.id Belum Aktif - Kemenpan-RB Tetapkan Nilai Ambang Batas untuk Seleksi CPNS 2018

Sekitar 10 menit kemudian, Sutopo dan tokoh-tokoh adat Dayak berkumpul dan menjalankan prosesi sidang hukum adat.

Di depan para tokoh Dayak dan perwakilan seluruh organisasi masyarakat serta organisasi kepemudaan Dayak se-Kalbar, Sutopo menyampaikan permohonan maaf.

Usai memenuhi panggilan sidang adat Dayak, Sutopo mengucapkan terimakasih kepada masyarakat adat Dayak yang telah menerima permohonan maafnya.

"Terimakasih kepada masyarakat Dayak yang telah memaafkan saya," ungkapnya saat diwawancarai awak media usai penuhi panggilan.

Halaman
1234
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved