7 Perbedaan Tahun Baru Hijriah dan Masehi, Termasuk Awal Patokan Sistem Penanggalan

Seperti diketahui, Tahun Baru Islam jauh berbeda dengan Tahun Baru Masehi karena sistem penanggalannya juga jauh berbeda.

7 Perbedaan Tahun Baru Hijriah dan Masehi, Termasuk Awal Patokan Sistem Penanggalan
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Warga makan nasi liwet yang disajikan di atas daun pisang pada Pesona Tahun Baru 1439 Hijriah di Masjid Al Ghazali, kompleks Bumi Panyileukan, Kelurahan Cipadung Kidul, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, Kamis (21/9/2017). 

Penulis: Rizki A Tiara

TRIBUNBATAM.id - Pada Selasa (11/9/2018) nanti, umat Muslim merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H.

Seperti diketahui, Tahun Baru Islam jauh berbeda dengan Tahun Baru Masehi karena sistem penanggalannya juga jauh berbeda.

TribunTravel.com merangkum beberapa perbedaan Tahun Baru Islam dengan Tahun Baru Masehi dari beberapa sumber.

1. Sistem penanggalan

Kalender Islam atau Hijriah memiliki sistem penanggalan yang berdasarkan pada siklus sinodis bulan, yaitu siklus dua fase bulan yang sama secara berurutan.

Pergantian bulan baru berdasarkan pada penampakan hilal, bulan sabit terkecil yang dapat diamati dengan mata telanjang.

Sehingga jumlah hari dalam satu tahun Hijriah berkisar antara 354 hingga 355 hari.

Sementara sistem penanggalan kalender Masehi berdasarkan pada pergerakan bumi mengelilingi matahari.

Jumlah hari dalam satu tahun kalender Masehi umumnya 365 hari dan setiap empat tahun sekali 366 hari yang disebut tahun kabisat.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved