Hukuman Mati di Jepang, Petugas Berbarengan Pencet Tombol

Kisah seputar hukuman mati seolah tidak akan habis untuk digali baik dari sisi sang terpidana atau yang melaksanakan eksekusi hukuman mati

Hukuman Mati di Jepang, Petugas Berbarengan Pencet Tombol
ist
ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - Kisah seputar hukuman mati seolah tidak akan habis untuk digali baik dari sisi sang terpidana atau mereka yang melaksanakan eksekusi hukuman mati.

Salah satu negara maju yang masih menerapkan hukuman mati dalam sistem hukumnya adalah Jepang.

Di Jepang, terpidana mati bisa menunggu hingga puluhan tahun sebelum dieksekusi dan para penjaga yang melaksanakan eksekusi hanya dibayar 20.000 yen ( Rp2,6 juta).

"Sungguh mengerikan, tubuh terpidana terjatuh seperti sebuah benda seberat 70 kilogram pada sebuah tali nilon," kata Toshio Sakamoto, mantan sipir yang pernah menyaksikan detik-detik eksekusi.

Dia menggambarkan seluruh proses jalannya eksekusi itu sebagai sebuah peristiwa yang amat mengerikan.

Terpidana yang akan menjalani eksekusi ditutup matanya serta tangan dan kaki diborgol.

Dia lalu dibimbing petugas ke tempat yang sudah ditentukan. Lalu sebuah pintu kecil di bawah kaki terpidana terbuka membuat dia terjatuh dan lehernya terjerat tali gantungan.

Petugas menggunakan tombol di ruangan lain untuk membuka pintu jebakan itu.

Baca: Penggal, Suntik, sampai Hirup Nitrogen, Inilah 7 Jenis Hukuman Mati. Mana yang Paling Manusiawi?

Beberapa petugas berbarengan menekan tombol itu, meski hanya satu tombol yang benar-benar berfungsi untuk membuka pintu kecil itu.

"Petugas yang mendapat giliran menjalankan eksekusi mengingat suhu tubuh terpidana, napas mereka, kata-kata mereka... tetapi mereka harus menjalankan tugas," tambah Sakamoto.

Halaman
123
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved