Bayi Bermata Satu Lahir di Madina, Mandailing Natal, Sumut. Orangtuanya Syok

Kelahiran bayi perempuan bermata satu dan tanpa hidung di Panyabungan, Mandailing Natal, membuat heboh, Kamis

Bayi Bermata Satu Lahir di Madina, Mandailing Natal, Sumut. Orangtuanya Syok
dok. TRIBUNMEDAN
bayi perempuan lahir dengan mata satu di Panyabungan, Mandailing Natal 

Alhasil, nyawa sang jabang bayi pun tidak bisa bertahan lama hidup di dunia, hanya bertahan dua jam sebelum meninggal dunia.

"Anak itu prematur baru di pedalaman tidak ada inkubator jadi meninggal dua jam setelah dilahirkan," ucap Anugrah.

Menurut situs berita Arab Saudi, di Mesir juga pernah terjadi. Bayi ini lahir di sebuah rumah sakit swasta di kota timur laut dari El Senbellawein, di Mesir. 

Dr Ahmed Badruddin, yang mengawasi kondisi bayi di rumah sakit itu, mengatakan bahwa bayi lahir ini juga ada cacat lain pada tubuhnya, dan diperkirakan bertahan hidup beberapa hari.

Disebut Cyclopia Serta Penyebabnya 

Lantas apa penyebab lahirnya anak dengan satu mata?

Laman Mirror, Rabu (7/10/2015), memberitakan, cyclopia terjadi ketika proses pembentukan embrio kedua mata tidak bisa terpisah sehingga bergabung saat lahir.

"Paparan radiasi dalam rahim atau kombinasi obat-obatan yang berbeda yang dikonsumsi selama kehamilan bisa menjadi pemicunya," ujar Dr Ahmed Badruddin.

Ahmed menuturkan, banyak bayi dengan kondisi ini juga memiliki cacat jantung sehingga mereka hanya bertahan hidup selama beberapa hari.

Cyclops syndrome atau yang biasa disebut cyclopia tidak hanya terjadi pada bayi hewan, tapi juga bayi manusia.

Dalam jurnal berjudul "Cyclopia: An Epidemiologic Study in a Large Dataset From the International Clearinghouse of Birth Defects Surveillance and Research" yang dipublikasikan Oktober 2011, disebutkan pernah ditemukan sebanyak 257 kelahiran bayi dengan kondisi cyclopia.

Prevalensi cyclopia terjadi pada 1 dari 100.000 kelahiran bayi.

Peneliti LIPI, Anang Setiawan Achmadi, menyebut bayi yang terlahir dengan kondisi cyclops syndrome biasanya tidak akan bertahan lama.

“Karena beberapa bagian tubuhnya tidak sempurna, biasanya fungsi beberapa organ tubuh jadi tidak bisa berjalan normal. Dia akan cepat mati. Tidak akan bertahan.”

Ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi terlahir dengan kondisi cyclopia, salah satunya radiasi. Artinya, ibu dari bayi itu pernah terpapar radiasi ketika hamil.

Selain itu, ada pula faktor lain yang bisa menjadi penyebab, seperti faktor genetik.

“Secara herediter faktor resesifnya yang muncul,” kata Anang. 

Faktor masuknya zat kimia tertentu pada ibu hamil juga bisa menyebabkan cyclops syndrome pada sang bayi.

“Kalau di manusia bisa saja karena pengaruh obat yang berlebihan. Misalnya obat untuk kehamilan yang bersifat kontradiksi.”

Anang menambahkan, bisa juga penyebabnya adalah pengalaman traumatis saat masa kehamilan.

“Jadi sebenarnya kompleks,” kata dia.

Dikutip dari National Geographics, kelainan genetik biasanya dsebut-sebut sebagai penyebab cyclopia. Namun begitu cyclopia juga bisa disebabkan oleh racun yang tertelan oleh ibu selama kehamilan.

Pada kasus di Idaho, Amerika Serikat, domba yang memakan tanaman yang mengandung racun, melahirkan anak domba bermata satu.

Berdasarkan  informasi yang disadir dari HowsHealth.com, pemindaian rahim ibu melalui teknik ultrasonografi dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan pada janin bayi.

Selain itu, hendaknya ibu yang sedang hamil berhenti mengonsumsi alkohol dan penggunaan obat-obatan terlarang.

Pemeriksaan medis secara teratur pada ibu hamil juga dianjurkan untuk memantau kondisi janin.

Pemeriksaan secara berkala ini dapat menghindari kelainan kelahiran pada bayi, termasuk kelahiran bayi bermata satu.

(nan/ryd/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Orangtua Syok Tahu Kondisi Bayinya Lahir Mata Satu dan Tanpa Hidung di Mandailing Natal, http://medan.tribunnews.com/2018/09/13/orantua-syok-tahu-kondisi-bayinya-lahir-mata-satu-dan-tanpa-hidung-di-mandailing-natal?page=all.
Penulis: Nanda Fahriza Batubara
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay

Editor: nandrson
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved