Breaking News:

Alami Keguguran, Wanita Ini Rela Janinnya Diawetkan, Alasannya Mengharukan

Pasangan asal Singapura harus menghadapi kejadian yang semua orang tua pasti tak menginginkannya

Editor: Agus Tri Harsanto
Facebook/Eugene Wee
Puu Kanokrat dan Eugene Wee 

TRIBUNBATAM.id - Kehilangan anak merupakan hal menyedihkan yang terjadi pada setiap orang tua.

Terlebih jika si anak meninggal saat belum sempat dilahirkan.

Pasangan asal Singapura harus menghadapi kejadian yang semua orang tua pasti tak menginginkannya.

Eugene Wee dan Puu Kanokrat, harus kehilangan bayinya yang masih berusia lima bulan dalam kandungan pada akhir Agustus 2018 lalu.

Dokter mendiagnosa bayi pasangan Eugene dan Puu menderita trisomy 18.


Puu Kanokrat (Facebook/Puu Kanokrat)

Trisomy 18 atau yang juga disebut Edwards syndrome adalah sebuah kondisi langka di mana kromosom mengalami kelainan.

Kondisi ini disebabkan adanya kromosom ekstra pada bayi yang tengah berkembang sehingga mengganggu perkembangan normal hingga bisa mengancam nyawa pada janin sebelum lahir.

Dilansir Tribunnews dari Coconuts Singapore, kondisi langka yang terjadi pada janin Puu membuat fakultas kedokteran di Universitas Chiangmai 'gempar'.

Profesor dari fakultas tersebut meminta izin pada Puu dan Eugene untuk melakukan penelitian pada janin bayi mereka.

Halaman
1234
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved