Kata Pengamat, E-Tilang Belum Bisa Diterapkan di Indonesia. Ini Alasannya

Penerapan e-tilang atau tilang elektronik ini rencananya akan dilakukan uji coba awal Oktober 2018 mendatang.

Kata Pengamat, E-Tilang Belum Bisa Diterapkan di Indonesia. Ini Alasannya
KOMPAS.COM / DEFRIATNO NEKE
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Belakangan ini, ramai diperbincangkan rencana pemberlakuan e-tilang.

Namun, menurut pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Yoga saat ini e-tilang/tilang elektronik masih belum bisa diterapkan.

Pasalnya masih ada beberapa pekerjaan rumah (PR) yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk bisa membuat aturan tersebut menjadi efektif.

Ia bilang, pemerintah harus melakukan penertiban pada data Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) agar menjadi lebih akurat dan sesuai dengan keadaan/kondisi para kepemilikan kendaraan mobil saat ini.

"Perlu survei dan cek lapangan atau lokasi rumah dengan yang tertera di BPKP dan ini bukan pekerjaan mudah dan murah serta perlu waktu yang cukup lama," ujar Yoga saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (19/9/2018).

Baca: Viral, Gambar Modifikasi Motor Matic Pakai Knalpot Motor 2-Tak. Ini Kata Netizen

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id Sudah Mulai, Tapi 509 Instansi Belum Input Data

Baca: Ini Daftar Instansi yang Sudah Umumkan Penerimaan CPNS 2018

Selanjutnya, ia menambahkan tujuan penerapan e-tilang ini cukup baik karena mampu untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan penertiban dalam berlalu lintas.

"Apakah masih ada alternatif solusi-solusi lain yang ditawarkan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polda yang dilakukan terlebih dahulu sebelum penerapan e-tilang kelak. Itu dulu yang perlu dilakukan sekarang,” katanya.

Untuk informasi, penerapan e-tilang/ tilang elektronik ini rencananya akan dilakukan uji coba pada awal Oktober 2018 mendatang.

Namun tanggal pasti kapan ditetapkannya sistem ini masih belum dapat dipastikan. (*)

*Artikel ini juga tayang dengan judul : Pengamat Trisakti: E-tilang belum dapat diterapkan di Indonesia

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved