Atasi Defisit BPJS Pakai Dana Talangan dan Pajak Rokok Dinilai Tak Efektif. IDI Usulkan Solusi Ini

IDI mengatakan, upaya pemerintah untuk menangani defisit BPJS Kesehatan lewat dana talangan dan penggunaan pajak rokok masih belum cukup.

Atasi Defisit BPJS Pakai Dana Talangan dan Pajak Rokok Dinilai Tak Efektif. IDI Usulkan Solusi Ini
KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan, upaya pemerintah untuk menangani defisit BPJS Kesehatan lewat dana talangan dan penggunaan pajak rokok masih belum cukup.

Sebab, keduanya hanyalah penanganan dalam jangka pendek.

"Itu hanya bersifat sementara, bukan penyelesaian yang tetap, dan kita harus mencari penyelesaian yang tetap," ungkap Ketua IDI Ilham Oetama Marsis saat ditemui di Kantor Presiden, Senin (24/9/2018).

Menurutnya, jalan keluar yang bisa dilakukan adalah penyesuaian iuran, terutama untuk peserta non penerima bantuan iuran (PBI).

Alasannya, mayoritas peserta yang non PBI adalah orang yang yang berkecukupan.

"Itu masyarakat yang cukup kaya dan beruang tapi mereka mendapatkan premi yang sama dengan masyarakat biasa. Ini mengakibatkan missmatch (defisit) dalam pembayaran," tambah dia.

Baca: UPDATE CPNS 2018 - Kementerian Perindustrian Rekrut 400 CPNS Baru. Simak Formasi dan Syaratnya!

Baca: Hari Ini, Peringatan Hari Tani Nasional 2018, Simak Makna Dibalik Perayaan Tersebut

Baca: Siswi SD Dibunuh Tetangganya saat Pergi Les, Ini 4 Fakta Terkait Kasus Tersebut

Adapun, IDI menghitung premi yang aktual saat ini sebesar Rp 36.000 per orang.

Sementara, yang mendapatkan beban untuk pembayaran pemerintah senilai Rp 23.600.

"Sehingga pembayaran operasional yang aktual dari pemerintah itu ada kerugian," kata Ilham.

Apalagi, saat ini jumlah penerima semakin banyak dan premi dari non-PBI tidak berjalan baik. Maka tak heran jika defisit semkakin bertambah. Ilham menyampaikan, hal tersebut telah ia sampaikan kepada Presiden Joko Widodo, pagi tadi.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved