BATAM TERKINI

Jangan Salah Gunakan Sosmed, Ini Penegasan Wakapolda Kepri Untuk Ketua WhatsApp Grup

sering kali masyarakat dihadapkan dengan masalah hukum. Meski sepele, pada hakikatnya, dari penerapan hukum positif itu

Jangan Salah Gunakan Sosmed, Ini Penegasan Wakapolda Kepri Untuk Ketua WhatsApp Grup
TRIBUNBATAM/FILEMON HALAWA
Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah saat di depan persidangan PN Batam sedang bersalaman dengan Jacobus Silaban. Hal itu dilakukan, sebagai bentuk menerima permintaan maaf Jacobus Silaban yang disarankan hakim, Senin (24/9/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAMWakapolda Kepri Brigjend Pol Yan Fitri Halimansyah, menyayangkan oknum warga yang masih belum mentaati aturan hukum soal penggunaan sosial media atau sosmed.

Dengan kondisi ini katanya, sering kali masyarakat dihadapkan dengan masalah hukum. Pada hal hanya masalah sepele. Meski sepele, pada hakikatnya, esensi dari penerapan hukum positif itu adalah untuk membuat masyarakat tidak melanggar hukum.

Hal itu disampaikan Yan Fitri saat menjadi saksi sekaligus korban yang dirugikan, oleh penggunaan medsos di muka PN Klas IA Batam, Senin (24/9/2018).

“Saya ini adalah mantan Karo Multimedia Divisi Humas Polri yang memegang kendali soal sosmed kala itu. Saya tak mau ada lagi warga kita yang terkena imbas penyalahgunaan sosmed dengan tidak baik,” katanya.

Baca: Wakapolda Kepri Jadi Saksi di Persidangan, Yan Fitri Korban Penghinaan Maafkan Terdakwa

Baca: Kadin Batam Dorong Perkembangan Sektor Pariwisata dan Digitalisasi, Canangkan 2018 Tahun Investasi

Baca: BREAKINGNEWS-Tewasnya Anggota The Jak, BOPI : Stop Kompetisi Sepak Bola Indonesia

Sesuai kejadian yang menimpanya. Yan Fitri masih menyayangkan ketua WhatsApp grup yang memasukannya tanpa persetujuan dia terlebih dahulu.

“Saya sangat sayangkan hal itu. Saya juga kadang kala heran, saya dimasukan ke grup WA (WhatsApp) tanpa persetujuan saya,” tegasnya.

Yan Fitri mengatakan dan mengajak, agar tertib dan santun bermedsos sebelum ketua WhatsApp grup memasukan siapa pun, alangkah baiknya meminta persetujuan terlebih dahulu kepada pemilik nomor handphone yang terdaftar pada aplikasi WhatsApp.

“Kalau tidak, efeknya bisa merugikan orang lain sama seperti saya,” katanya.

Yan Fitri diambil kesaksiannya sebagai korban WhatsApp grup FPK yang merupakan kepanjangan dari ‘ Forum penyelamat konstitusi ‘ dibuat oleh aktivis Aldi Braga. Dari WhatsApp group itu membuat martabatnya merasa dilecehkan. Diduga, Aldi Braga saat memasukan Yan Fitri ke dalam grup tak ada konfirmasi terlebih dahulu. Hingga pada akhirnya, salah satu dari anggota grup itu berurusan dengan hukum.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved