BATAM TERKINI

Mulai Oktober, Dishub Batam Terapkan Derek Mobil Parkir di Pinggir Jalan

Kita pastikan, per 1 oktober mendatang akan kita berlakukan. Karena masa sosialisasi sudah kita lajukan jauh hari sebelumnya

Mulai Oktober, Dishub Batam Terapkan Derek Mobil Parkir di Pinggir Jalan
ISTIMEWA
mobil diderek 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Bagi warga yang ingin memarkir kendarannnya harus di tempatnya. Karena mulai 1 Oktober Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, akan menertibkan kendaraan yang memarkir sebarangnya di tepi jalan.

Kabid Lalulintas Dishub Kota Batam, Edward mengatakan, selama ini pemerntah sudah melakukan sosialisasi. Seperti pemberlakukan derek dan memanggil warga yang memarkir kendaraannya sembarangan.

Selain itu, Pemerintah juga sudah memberikan himbauan berupa spanduk-spanduk di beberapa wilayah yang ada di Batam.

"Kita pastikan, per 1 oktober mendatang akan kita berlakukan. Karena masa sosialisasi sudah kita lajukan jauh hari sebelumnya. Selain itu, kita juga sudah berikam himbauan melalui spanduk yang ada," sebutnya.

Baca: Polisi Buka Kembali Video Penangkapan Ngatimin oleh Warga, usai Dituduh Menculik Anak SD

Baca: Kemenkopolhukam Gelar Focus Group Discussion di Lantamal IV Tanjungpinang. Ternyata Ini yang Dibahas

Baca: Ahok Tetap Kaya Meski di Penjara, Ini Lumbung Bisnis dan Asetnya

Di Batam ini banyak pedagang makanan yang berjualan di pinggir jalan. Otomatis, jika mereka berbelanja, akan memarkirkan kendaraanya di pinggir jalan. Karena minimnya lahan parkir yang ada di Batam.

Menanggapi hal itu, Edward mengatakan, dalam hal ini pemerintah sudah tegas, salah satunya dengan melebarkan ruas jalan di beberapa daerah. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kemacetan.

Terkait tidak adanya lahan parkir, menurut Edward, tidak mengurus itu, yang jelas kalau ada kendaraan yang parkir sembarangan akan diderek.

"Kita gak bisa juga mikir sampai kesana. Yang jelas kalau parkir tidak di tempatnya akan diderek. Kalau mau berbelanja makanan harus mencari lokasi parkir yang aman. Jangan sampai kita derek," sebut Edward lagi.

Tidak tanggung-tanggung, sebagai evek jera, Dishub menerapkan harga yang membuat kantong bobol. Sekali derek, Dishub memberikan denda sebanyak Rp 500 ribu.

"Pembagianya Rp 200 ribu buat denda dan Rp 300 ribu buat bayar derek kalau lewat 1x24 jam, akan dikenakan denda lagi sebanyak Rp 300 ribu. Jadi kalau markir jangan sembarangan lagi," tegasnya.(koe)

Penulis:
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved