BATAM TERKINI

Tim Terpadu Kembali Lakukan Dialog dengan Pedagang setelah Penertiban PK5 di Pasar Induk Diundur

Pemerintah Kota Batam kembali melakukan pendekatan, sekaligus sosialisasi lebih intensif dengan pedagang kaki lima (PK5) dilokasi Pasar Induk.

Tim Terpadu Kembali Lakukan Dialog dengan Pedagang  setelah Penertiban PK5 di Pasar Induk Diundur
TRIBUNBATAM.id/DEWANGGA RUDI SERPARA
Suasana aksi penolakan penggusuran pedagang pasar pagi Jodoh, Senin (24/9/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Pemerintah Kota Batam kembali melakukan pendekatan, sekaligus sosialisasi lebih intensif dengan pedagang kaki lima (PK5) yang berjualan di sekitar lokasi Pasar Induk.  Pendekatan dilakukan pasca pengunduran waktu penertiban PK5 di sana.

"Seharusnya kemarin dilakukan relokasi. Tapi kita tak mau ada bentrokan di lapangan. Makanya kita undur eksekusi, dengan harapan, dialog lagi," kata Ketua Tim Terpadu Kota Batam, Yusfa Hendri, Selasa (25/9/2018) usai kegiatan di Swiss BelHotel Harbour Bay.

Dalam hal ini, Yusfa menegaskan, pengunduran waktu itu tak ada batas waktunya. Bisa sehari, dua hari, bahkan lebih. Kapan pedagang dan pemerintah mencapai kata sepakat, eksekusi penertiban PK5 akan dilakukan.

"Kalau ada titik temu, ya sudah. Ini tak ada kaitannya dengan pemilu," tegasnya.

Baca: Pedagang Pasar Induk Akan Tetap Direlokasi, Ini Solusi yang Ditawarkan Pemko Batam

Baca: Tidak Punya Anggaran, Revitalisasi Pasar Induk Tetap Dilanjutkan. Ini Penjelasan Amsakar

Baca: Ini Alasan Pemko Batam Desak PKL Pasar Induk Segera Pindah ke Lokasi Baru

Lebih lanjut, Yusfa mengatakan, pihaknya sudah sejak lama memberi peringatan kepada pedagang. Mulai dari surat peringatan 1, surat peringatan 2, surat peringatan 3, sampai ke surat peringatan untuk bongkar. Dijelaskan, pasar induk yang sudah lama tak berfungsi itu, akan difungsikan kembali, dengan cara merevitalisasinya.

"Jadi ini bukan untuk kepentingan Pemko saja, tetapi juga untuk kepentingan semua. Ada aspek penataan kota, dari sisi pedagang juga. Kita harapkan dengan adanya pasar induk, ekonomi Batam bisa tumbuh kembali," kata Yusfa.

Jika melihat kondisi pasar induk saat ini, lanjutnya, tampak semraut. Bangunan pasar itu diperuntukan sebagai gudang, ada juga yang menjadikannya tempat tinggal. Adapun permasalahan di Pasar Induk, sebelumnya, kata Yusfa, terkendala dengan status aset yang saat itu belum jelas.

Pasar induk jadi aset pemerintah pusat, Provinsi Riau, BP Batam dan Pemko Batam. Sehingga Pemko Batam belum melakukan langkah-langkah terkait saat itu. Dengan peralihan aset dari BP Batam ke Pemko Batam, kini aset pasar tersebut menjadi jelas.

"Dengan revitalisasi pasar induk, ini jadi solusi penataan pedagang kaki lima di Kota Batam. Setelah serah terima aset dari BP, langkah selanjutnya apraisal, penilaian aset, sampailah ke penghapusan aset, kemudian bangunannya dirobohkan. Ditata bangunannya sesuai keinginan kita," ujarnya.

Sementara itu, terkait relokasi pedagang, Yusfa mengatakan, semula tak ada tempat sementara awalnya. Namun main gusur kepada pedagangpun bukan solusi bijak. Hingga akhirnya dikerjasamakan dengan pihak swasta, yang menyiapkan lahan relokasi sementara.

"Masa awal di sana gratis. Beberapa bulan kemudian, dikenakan sewa. Mungkin hal ini yang belum memuaskan pedagang. Karena selama ini tak ada pungutan yang dikenakan pemerintah," kata Yusfa.

Yusfa berharap, dari dialog yang diberikan pihaknya nanti, pedagang di sana mau mengerti. Iapun menegaskan, nantinya pasar induk akan menampung pedagang yang berada di kawasan Nagoya dan sekitarnya. Bangunan pasar bisa menampung hingga kurang lebih 2.000 pedagang. Harapan serupa juga disampaikan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

"Kita harap satu atau dua hari ini ada langkah ke depan. Karena susah juga kalau kebijakan sudah diambil. Kita tak mau ada eskalasi karena suasana 2018, 2019, bisa mempengaruhi kondusivitas suasana politik kita. Ini yang juga jadi faktor perhatian kami," kata Amsakar.(*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved