LAKALANTAS MAUT PELITA

Tak Dilengkapi Identitas, Polisi Gunakan Alat Ini Untuk Lacak Data Diri Korban Lakalantas Pelita

Untuk memastikan identitas para korban secara tepat, Tim Inafis Polresta Barelang tiba di RSOB Sekupang, Batam membawa alat IPS.

Tak Dilengkapi Identitas, Polisi Gunakan Alat Ini Untuk Lacak Data Diri Korban Lakalantas Pelita
TRIBUNBATAM.id/EKO SETIAWAN

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Identitas 5 korban tewas saat kecelakaan di dekat underpass Pelita, Sabtu (29/9/2018) hingga kini masih belum diketahui.

Hanya satu orang saja yang diketahui identitasnya yakni Zulkifli yang saat ini sedang dalam kondisi kritis. Sementara satu orang lainnya dengan identitas bernama Coky diketahui menyimpan surat bebas penjara.

Untuk memastikan identitas para korban secara tepat, Tim Inafis Polresta Barelang tiba di RSOB Sekupang, Batam membawa alat Inafis Portable System (IPS) untuk mengidentifikasi lima mayat yang meninggal tersebut, Sabtu (29/9/2018).

Baca: MR X Korban Laka Maut di Pelita Ada yang Kantongi Surat Bebas Penjara, Ini Identitasnya!

Baca: Saat Mobil Terbalik, Kepala 5 Korban Tewas Diduga Kena Hantam 10 Velg yang Mereka Bawa

Baca: Belum Ketahuan Siapa Keluarganya, 5 Korban Tewas saat Mobil Terbalik di Pelita Masih Berstatus Mr X

Baca: Tewaskan 5 Orang, Begini Kronologi Terbaliknya Mobil di Pelita. Sempat Tabrak Pohon hingga Tumbang

Berdasarkan hasil pantauan Tribunbatam.id di kamar jenazah RSOB Sekupang, alat IPS terlihat dipasangkan ke jari dilanjutkan dengan mengambil foto wajah korban.

Nantinya alat tersebut akan membaca sendiri dan mencari identitas korban.

Namun jika korban semasa hidupnya belum melakukan perekaman e-KTP dipastikan tidak akan keluar data tersebut.

"Alat ini untuk mengidentifikasi jenazah yang kita tidak tahu identitasnya. Tetapi jika korban sendiri belum rekam e-KTP datanya tidak akan keluar," sebutnya Wakasat Reskrim Polreata Barelang AKP Andi Sutrisno yang ditemui di RSOB, Sabtu (29/9/2018).

Sebelumnya diberitakan, Zulkifli dan kelima temannya yang jadi korban lakalantas malam itu menggunakan mobil Avanza Hitam BP 1710 GG.

Mereka datang dari arah Batu Ampar menuju simpang Indomobil.

Sesampai di kawasan Pelita, salah satu ban mobil mereka menabrak trotoar dan membuat mobil tersebut terangkat di bagian kanan. 

Dalam kecepatan tinggi, mobil tersebut oleng dan terbalik.

Tidak hanya terbalik, mereka juga menabrak pohon hingga pohon tersebut tumbang.

Kanit Lakalantas Polresta Barelang Iptu Efendi Marpaung saat dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini anggota kepolisian masih mengumpulkan beberapa saksi. 

"Penanganan ini juga dilakukan oleh Polda Kepri. Dan tadi kami bersama-sama sudah melakukan olah TKP. Nanti hasilnya akan diberitahukan oleh komandan kami kepada teman-teman media," sebut Efendi. (*)

Penulis:
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved