TSUNAMI PALU

Korban Bencana Sulteng Melahirkan Bayi Kembar Tiga. Saat Gempa Sempat Dua Kali Terpental

Warga korban gempa di Sulteng, Atina melahirkan bayi kembar tiga di RSUD Daya, Kota Makassar, dengan proses persalinan sesar.

Korban Bencana Sulteng Melahirkan Bayi Kembar Tiga. Saat Gempa Sempat Dua Kali Terpental
Bayi kembar tiga yang dilahirkan salah seorang warga korban gempa dan tsunami Palu. 

TRIBUNBATAM.id - Seorang bidan di Puskesmas Gimpu di Kabupaten Sigi, Atina (31) yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) melahirkan bayi kembar tiga saat mengungsi di Kota Makassar, Senin (1/10/2018) sekitar pukul 19.13 Wita.

Atina melahirkan bayi kembar tiga di RSUD Daya, Kota Makassar, dengan proses persalinan sesar.

Pada persalinan ketiga ini, Atina dikaruniai seorang bayi laki-laki dan dua orang bayi perempuan dengan kondisi normal dan sehat.

Baca: Muncul Pesan Berantai Gempa Bumi 8,1 SR Berpotensi Tsunami di Sulsel. BMKG : Hoaks!

Baca: Gempa Hari Ini Guncang Sinja, Sulsel. Warga Berhamburan, Ini Kata BMKG

Baca: Istri Pasha Ungu Ikut membantu Membagikan Logistik untuk Korban Gempa

Atina mengungsi ke Kota Makassar dengan menumpangi pesawat Hercules milik TNI AU. Atina mengungsi bersama suaminya, Zaenal Abidin (37) yang berprofesi sebagai guru SMK di Kabupaten Sigi dan sepupunya, Khaeruddin.

Sementara itu, dua orang anak Atina, Akila (7) dan Abizar (4) dititipkan pada keluarganya di Kabupaten Parigi Montong, Sulteng.

Saat gempa terjadi, Atina sempat terpental dua kali hingga terlepas dari tempatnya berpegang di sebuah tiang rumah. Atina terpental sejauh 2 meter dan langsung dipegangi oleh sepupunya, Khaeruddin. Atina pun bergegas ke luar rumah.

Beruntung, kondisi Atina baik-baik saja dan suaminya pun berupaya mencari rumah sakit untuk proses persalinan. Gempa terjadi pada Jumat (28/9/2018) petang dan Atina diharapkan masuk rumah sakit untuk melahirkan pada Minggu (30/9/2018).

“Setelah gempa itu, kami mendirikan tenda di halaman rumah. Selanjutnya saya mencari rumah sakit untuk persalinan istriku, tapi sudah 4 rumah sakit saya datangi tapi tidak bisa. Saya pun dapat informasi dari warga, bahwa yang mau ke Kota Makassar segera ke bandara agar bisa naik pesawat Hercules,” kata Zaenal.

Setibanya di bandara Mutiara Sis Al-Jufrie, Kota Palu, lanjut Zaenal, dirinya pun menunggu beberapa lama agar bisa naik pesawat Hercules ke Kota Makassar. Bahkan, dirinya sempat empat kali bolak-balik menandu istrinya ke pesawat Hercules.

“Empat kali sempat bolak-balik dari ruang tunggu ke pesawat Hercules, saya dan sepupu menandu istriku. Keempat kalinya itu, barulah mendapat tempat di pesawat untuk dibawa ke Kota Makassar. Kami tiba, Senin (1/10/2018) sekitar pukul 14.30 Wita.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved