Saracen, Panser untuk Mengangkut 7 Jenazah Pahlawan Revolusi Korban G30S

Saracen seperti yang digambarkan pada film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI merupakan kendaraan lapis baja beroda enam.

Saracen, Panser untuk Mengangkut 7 Jenazah Pahlawan Revolusi Korban G30S
Grid.id
Panser Saracen pengangkut peti jenazah Pahlawan Revolusi 

TRIBUNBATAM.id - Saracen seperti yang digambarkan pada film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI merupakan kendaraan lapis baja beroda enam.

Kendaraan ini sendiri bernama Alvis Saracen besutan Inggris yang dipakai oleh TNI AD.

Kala itu, Alvis Saracen memainkan peranannya untuk mengevakuasi para perwira militer itu pada tanggal 4 Oktober 1965 setelah pemberontakan berhasil ditumpas.

Untuk kemudian pada hari berikutnya, ketujuh korban di Lubang Buaya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Saracen mengangkut peti-peti jenazah di atas panser-panser lengkap beserta kawalan para perwira tinggi dan pasukan RPKAD.

Saracen ini memang didatangkan khusus sebagai kendaraan tempur yang tergabung dalam batalyon kavaleri Kodam V (Kodam Jayakarta) untuk melindungi ibukota Jakarta pada waktu itu.

Saracen ikut diterjuankan dalam operasi militer saat peristiwa G30S.

Ia digunakan dalam pengepungan bandara Halim Perdanakusumah yang dijadikan home base kombatan PKI selain Lubang Buaya.

.
. ()

Tak hanya itu, Saracen juga ikut memberangus para kombatan GAM selama Operasi Rencong di Aceh tahun 2003-2004.

Dalam pembuatan film G30S sendiri, bisa dibilang bahwa panser Saracen yang dipakai memang benar-benar asli yang dulunya mengangkut peti jenazah Pahlawan Revolusi.

Dilansir dari Grid.id, Saracen sendiri diproduksi pada tahun 1952 di Inggris.

TNI AD diperkirakan mempunyai 60 unit panser Saracen yang turut serta dalam peristiwa berdarah G30S.

Jika dihitung maka usia pengabidan panser ini sudah sangat tua, yakni 58 tahun.

Meski sudah tergolong tua dan beberapa sudah dijadikan monumen, Saracen ternyata masih aktif digunakan oleh TNI AD dan SWAT Amerika Serikat hingga kini.

Mengingat di negara asalnya sendiri, Saracen sudah masuk museum bahkan pabrik perakitnya juga telah berhenti beroperasi.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved