LAKALANTAS MAUT PELITA

Baru Seminggu Keluar Penjara, Ini Kejahatan yang Dilakukan Zulkifli, Korban Laka Maut Pelita

Adik kandung Zulkifli mengakui, kalau kakaknya baru keluar dari penjara seminggu sebelum kejadian laka maut di Pelita.

Baru Seminggu Keluar Penjara, Ini Kejahatan yang Dilakukan Zulkifli, Korban Laka Maut Pelita
TRIBUNBATAM.id/DEWANGGA RUDI SERPARA
Kondisi mobil yang ditumpangi 6 korban lakalantas di dekat underpass Pelita, Sabtu (29/9/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ija (25) adik kandung Zulkifli mengakui kalau kakaknya baru keluar dari penjara seminggu sebelum kejadian laka maut di Pelita, Sabtu (29/9/2018) lalu.

"Iya baru keluar dari penjara, saya tahu itu, surat bebasnya ada kok. Kasus kakak saya curanmor," katanya, Selasa (2/10/2018).

Ia pun menyampaikan, tidak tahu menahu jika Zulkifli diduga terlibat kasus pencurian velg tersebut.

Sebab hanya baru dua kali saja berkomunikasi.

"Saya soalnya tidak tinggal dengan kakak saya. Saat baru bebas memang jumpa, sempat minta Rp 200 ribu ke saya," ceritanya saat Zulkifli baru bebas penjara.

Baca: Empat Jenazah Sudah Dijemput, Korban Selamat Lakalantas Pelita Belum Dijenguk Keluarganya

Baca: Laka Maut di Kawasan Pelita, Begini Permintaan Keluarga Zulkifli Kepada Polisi

Baca: Akhirnya Terungkap! Ini Identitas Lengkap 5 Korban Lakalantas Maut di Pelita

Dua hari selanjutnya, Zulkifli menghubungi Ija meminta bantuan uang untuk biaya kos, dan makan.

"Kakak saya bilang minta uang buat bayar kos sama makan, dia kos di Batuaji katanya. Mau kerja kuli bangunan," sambungnya bercerita.

Bahkan, kecelakaan maut yang terjadi pun diketahui Ija yang melihat informasi dari media sosial.

"Saya pertama nggak tahu kalau itu kakak saya. Setelah saya ngikutin perkembangan media, ada yang nulis nama Zulkifli, makanya saya cek dan ternyata itu kakak saya," ucapnya.

Saat ini, Ija sedang berupaya meminta rujukan rumah sakit ke Kota Medan. Tidak memiliki sanak saudara di Batam, dan biaya rumah sakit yang begitu besar, membuat Ija merasa berat.

"Kami minta dengan pak polisi agar diizinkan dirujuk ke rumah sakit di Medan. Soalnya keluarga di sana semua, biaya rumah sakit di sana juga murah, saya udah nggak sanggup membiayai kakak saya di sini," ucapnya.

Ia pun menyampaikan, atas keterlibatan yang diberitakan soal keterlibatan kakaknya terkait pencurian velg. Ija menyebutkan, menyerahkan semua proses hukum kepada pihak kepolisian.

"Kalau terlibat silahkan adili kakak saya, hukum sesuai perbuatannya. Cuma saat ini, kesulitan saya hanya biaya rumah sakit. Kalau memang polisi nggak mengizinkan untuk dirujuk ke Medan. Saya serahkan semua saja pada kepolisian. saya sudah nggak sanggup," tutupnya bercerita yang menanggung beban atas perbuatan yang dilakukan olah kakaknya. (*)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved