LAKALANTAS MAUT PELITA

LAKA MAUT PELITA - Adik Zulkifli : Saya Nggak Sanggup Biayai Rumah Sakit Kakak Saya

Karena tidak memiliki sanak saudara di Batam, dan biaya rumah sakit yang begitu besar, membuat Ija merasa berat

LAKA MAUT PELITA - Adik Zulkifli : Saya Nggak Sanggup Biayai Rumah Sakit Kakak Saya
TRIBUNBATAM.id/EKO SETIAWAN
Polisi sedang melakukan olah TKP kecelakaan yang menewaskan 5 orang di dekat underpass Pelita 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ija (25) adik kandung Zulkifli yang merupakan korban lakalantas maut yang selamat di Pelita mengaku kesulitan mencari biaya untuk mengobati kakaknya yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit.

Dia menceritakan, sebelum kejadian tersebut abangnya sempat datang dan minta uang padanya.

"Saya soalnya tidak tinggal dengan kakak saya. Saat baru bebas penjara memang jumpa, sempat minta Rp 200 ribu ke saya," ungkap Ija.

Dua hari selanjutnya, Zulkifli kembali menghubungi Ija meminta bantuan uang untuk biaya kos, dan makan.

"Kakak saya bilang minta uang buat bayar kos sama makan, dia kos di Batuaji katanya. Mau kerja kuli bangunan," sambungnya bercerita.

Ija sendiri mengaku baru mengetahui kecelakaan maut yang dialami saudaranya itu melalui media sosial.

"Saya pertama nggak tahu kalau itu kakak saya. Setelah saya ngikutin perkembangan media, ada yang nulis nama Zulkifli, makanya saya cek dan ternyata itu kakak saya," ucapnya.

Baca: Pengemudi Meninggal Dunia, Kasus Lakalantas Maut Pelita Dihentikan

Baca: Empat Jenazah Sudah Dijemput, Korban Selamat Lakalantas Pelita Belum Dijenguk Keluarganya

Baca: Akhirnya Terungkap! Ini Identitas Lengkap 5 Korban Lakalantas Maut di Pelita

Saat ini, Ija sedang berupaya meminta rujukan rumah sakit ke Kota Medan. Karena tidak memiliki sanak saudara di Batam, dan biaya rumah sakit yang begitu besar, membuat Ija merasa berat.

"Kami minta dengan pak polisi agar diizinkan dirujuk ke rumah sakit di Medan. Soalnya keluarga di sana semua, biaya rumah sakit di sana juga murah, saya udah nggak sanggup membiayai kakak saya di sini," ucapnya.

"Kesulitan saya hanya biaya rumah sakit. Kalau memang polisi nggak mengizinkan untuk dirujuk ke Medan, saya serahkan semua saja pada kepolisian. saya sudah nggak sanggup," tutupnya bercerita yang menanggung beban atas perbuatan yang dilakukan olah kakaknya. (*)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved