BATAM TERKINI

Kendaraan Hilang Atau Rusak di Tempat Parkir Dapat Ganti Rugi, Simak Aturannya!

Masyarakat terkadang merasa risau jika memarkirkan kendaraannya dengan waktu yang lama di wilayah mal, pelabuhan, bandara, atau tempat lain.

Kendaraan Hilang Atau Rusak di Tempat Parkir Dapat Ganti Rugi, Simak Aturannya!
TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Petugas Dinas Perhubungan mengangkut satu unit sepeda motor di Batam Centre, Senin (1/10/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Masyarakat terkadang merasa risau jika memarkirkan kendaraannya dengan waktu yang lama di wilayah mal, pelabuhan, bandara, ataupun tepi-tepi jalan yang menggunakan juru parkir.

Ternyata, biaya parkir yang dibayarkan tersebut sudah termasuk asuransi kerusakan atau kehilangan kendaraannya. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan kendaraannya.

Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan dan Retribusi Parkir Kota Batam, Pasal 12 ayat F yang berbunyi mengganti kerugian kehilangan dan kerusakan kendaraan yang diparkir sesuai ketentuan perundang-undangan.

Baca: Sudah Dua Perda Parkir Berlaku, Dinas Perhubungan Sudah Menderek 37 Sepeda Motor, dan 17 Mobil

Baca: Perda Parkir 2018 - Sukaryo: Jika Helm Hilang Dalam Kawasan Parkir, Jadi Tanggungjawab Pengelola

Baca: Aturan Parkir Drop Off Masih Dilanggar, Jeffri : Harusnya Begitu Ketok Palu Langsung Sosialiasasi

"Sebelum masuk kita pegang tiket, itulah yang kita sampaikan kepada mereka. Artinya pada saat kita masuk mereka tahu, dan jika terjadi kehilangan ataupun kerusakkan kendaraan itu menjadi tanggung jawab si pengelola parkir," ujar Sekretaris Pansus Parkir DPRD kota Batam, Udin P Sihaloho, Rabu (3/10/2018).

Tiket masuk tersebutlah menjadi bukti. Untuk proses penggantian kendaraan yang hilang, membutuhkan beberapa proses. Diantaranya, pertama membuat bukti kehilangan dengan lokasi kehilangannya di kepolisian, atas dasar laporan itulah disampaikan ke pengelola parkirnya.

Sistem penggantian kendaraan tersebut juga akan disesuaikan dengan kendaraan yang hilang dan sesuai dengan tahun kendaraannya. Tak mungkin kendaraan 2012 yang hilang namun diganti menjadi tahun 2015.

Yang perlu ditegaskan lagi, lanjut Udin, kehilangan helm, jaket dan lain sebagainya bukan menjadi tanggung jawab pengelola parkir.

Tetapi apabila kehilangan kaca spion, lampu kendaraan, itulah yang digantikan oleh pengelola parkir. Itu sebabnya CCTV dibutuhkan mulai dari kendaraan masuk hingga keluar. Karena nantinya semua akan dicek melalui CCTV.

"Nah kalau penyelenggara parkir atau yang area parkir ada juru parkir (Jukir) memang kita belum mengatur sampai disitu. Tapi biasanya di tiket ada menjadi penanggungjawabnya siapa. Tetapi perda ini berlaku untuk semua pihak," kata Udin di Ruangan Komisi IV DPRD Kota Batam.

Udin menghimbau kepada seluruh pengguna jasa parkir untuk meminta tiket kepada jukir. Sebaliknya, jukir juga wajib memberikan tiket kepada pengguna jasa parkir.

Namun apabila terjadi kerusakan ataupun kehilangan kendaraan, akan menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.

"Setahu saya jarang di pinggiran jalan itu hilang. Kita harapkan dengan perda asuransi ini, Dishub bisa menjalankannya," katanya.

Perihal biaya tarif, Udin menilai Batam masih memasang tarif yang murah dibandingkan dengan wilayah lainnya. Tidak tertutup kemungkinan tarif tersebut bisa mengalami kenaikkan.

Menariknya lagi, sambung Udin, saat ini Pemko Batam sedang melakukan penataan titik parkir dan mensosialisasikan perda berlaku untuk semua pihak. Tak hanya itu, di APBP-P ini ada menganggarkan pencetakkan kartu karcis parkir. Agar awal tahun bisa didistribusikan. (*)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved