Mahfud MD Kutuk Rekayasa Politik, Sasar Fadli Zon untuk Bertanggung Jawab

Kepada Fadli Zon, Mahfud MD berharap memberikan pertanggungjawabkan untuk menjelaskan secara jernih duduk persoalan kasus tersebut.

Mahfud MD Kutuk Rekayasa Politik, Sasar Fadli Zon untuk Bertanggung Jawab
KOLASE FOTO
Mahfud MD Ratna Sarumpaet 

TRIBUNBATAM.id - KETUA Mahkamah Konstitusi 2008-2013 Prof Mohammad Mahfud MD mengutuk aktor-aktor politik yang merekayasa peristiwa penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet.

Kepada Fadli Zon, Mahfud MD berharap memberikan pertanggungjawabkan untuk menjelaskan secara jernih duduk persoalan kasus tersebut.

Baca: Ferdinand Hutahaean Berbalik, Merasa Malu Jadi Korban Kebohongan Ratna Sarumpaet

Baca: Sambil Menangis, Ratna Sarumpaet: Tidak Ada Penganiayaan, Itu Hanya Karangan!

Baca: Ratna Sarumpaet Ngaku Cerita Pemukulan Hanya Khayalan

"Kita juga berharap Fadli Zon bertanggungjawab utk mengclearkan kasus ini krn cuitan dialah yg menyiarkan penganiayaan thd Ratna," ujar Mahfud MD di akun twitternya, Rabu (3/10/2018) sekitar 45 menit lalu.

Menurut Mahfud MD, Fadli Zon adalah orang yang juga tahu keberadaan Ratna Sarumpaet saat ini.

"Dia (Fadli Zon) juga tahu dimana Ratna kini berada. Mumpung Hari Hak utk Tahu belum lewat seminggu dirayakan," ujar Mahfud MD.

Menurut Mahfud MD, dirinya baru bertemu dengan dokter ahli bedah yang mengatakan bahwa luka di kanan kiri kelopak mata Ratna Sarumpaet itu aneh.

"Itu kita kutuk, kalau benar tetjadi. Tapi kalau hanya mainan politik ya pemainnya yang kita kutuk. Saya baru ketemu seorang dokter ahli bedah. Katanya, luka di kanan kiri kelopak mata agak aneh krn sama. Kita tunggu saja lerkembangannya," ujar Mahfud MD melalui akun twitternya.

Cuitan Mahfud MD ini untuk menjawab komentar salah satu netizen (warganet) yang mengutuk aksi kekerasan terhadap Ratna Sarumpaet.

Ketika ada netizen lain, yakni @FadhillahAisya3 yang mengatakan dokter itu bkn ahli IT yang bisa mendiagnosa dari gambaran sebuah foto, Mahfud pun langsung memberikan komentar.

"Memang, makanya dokter itu bilang aneh, bukan bilang rekayasa. Sy tetap pd pendirian: jika @RatnaSpaet benar dianiaya sekeji itu, ya, kita kutuk pelakunya dan polisi hrs menangkapnya. Tp kalau itu rekayasa mainan politik ya kita kutuk perekayasanya dan polisi hrs memeriksanya," tulis Mahfud di akun twitternya.

Setelah muncul berbagai informasi di media sosial (medsos) yang mengugatkan dugaan adanya rekayasa terhadap kasus Ratna Sarumpaet, Mahfud kemudian membuat twit lagi.

Kali ini, dia menyoroti twit Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang dianggap pertama kali memunculkan informasi bahwa Ratna Sarumpaet dianiaya.

Mahfud MD meminta polisi segera menuntaskan kasus ini dan kemudian menjelaskan kepada publik kejadian yang sebenarnya.

(*)

Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved