Hampir Mirip, Begini Cara Bedakan Lebam Setelah Operasi dengan Lebam Trauma

Bagaimana sebenarnya kita bisa membedakan lebam akibat operasi plastik dan trauma. Ini kata dokter dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik

Hampir Mirip, Begini Cara Bedakan Lebam Setelah Operasi dengan Lebam Trauma
KOLASE FOTO
RATNA SARUMPAET, TOMPI 

TRIBUNBATAM.id - Kasus operasi plastik Ratna Sarumpaet memicu kehebohan di media sosial.

Tompi, penyanyi yang juga dokter, sempat merespon lewat twit dan hakulyakin bahwa Ratna melakukan tindakan operasi plastik.

Nah, bagaimana sebenarnya kita bisa membedakan lebam akibat operasi plastik dan trauma.

“Secara kronologis medik semua trauma yang berupa tindakan yang menyebabkan pembengkakan itu sulit dibedakan. Entah karena operasi atau karena yang lain itu sulit dibedakan. Untuk bisa membedakan perlu pemeriksaan yang spesifik yaitu dengan bertemu langsung pasiennya,” ujar Irena Sakura Rini, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik (PERAPI), regional Jakarta.

Baca: Ratna Sarumpaet - 6 Fakta Terungkap dari Isu Penganiayaan, Kebohongan, Hingga Menangis Minta Maaf

Baca: Prabowo Dapat Kabar Ratna Sarumpaet Alami Depresi Berat, Tapi Tak Tahu Penyebabnya

Baca: Soal Spekulasi Foto Ratna Sarumpaet, Tompi: Perlu Gue Kasih Contoh Memar Oplas?

Namun ia menegaskan, bahwa lebam akibat operasi plastik dan lebam akibat trauma atau hantaman fisik itu berbeda.

“Kecuali ada luka. Kalau operasi kan lukanya simetris. Lukanya dibuat oleh dokter tapi kalau karena jatuh tentu beda lagi, lalu kita juga bisa lihat pada jahitannya kalau jahitan luka operasi plastik pasti simetris, tidak seperti jahitan jatuh yang kulitnya terkoyak,” ujar Sakura saat ditemui di klinik estetika, Beyoutiful, Rabu (3/10/2018).

Selain itu, lebam yang diperoleh akibat operasi bisa diprediksi pengempisannya, sedangkan lebam yang akibat trauma tidak bisa.

“Apalagi kalau dia punya kencing manis atau perokok, penyembuhan lebamnya akan lebih lama,” tambah perempuan yang akrab disapa Ira.

Ira mengatakan, lebam adalah proses yang sangat wajar baik setelah tindakan operasi maupun akibat trauma.

Hal ini disebabkan lebam adalah proses fisik dan reaksi dari sistem penyembuhan luka.

“Akan ada proses yang keluar dari prosedur penyembuhan luka. Ada faktor kimiawi sehingga dia menjadi lebam,” tuntasnya. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved