Merasa Iba, Kapolres Kota Magelang Adzani Bayi yang Dilempar Ibunya dari Ruko Lantai 3

Sesuai niat saya, tadi saya sudah mengazdankan bayi, semoga Allah memberikan kekuatan kepada yang bersangkutan

Kapolres Kota Magelang membesuk bayi malang di rumah sakit, Kamis (04/10/2018). 

TRIBUNBATAM.ID - Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengumandangkan adzan di kedua telinga bayi yang dilempar oleh ibu kandungnya dari gedung lantai 3 pusat perbelanjaan di Kota Magelang, Selasa (2/10/2018) lalu. Kristanto melakukan itu karena iba.

Sang bayi langsung dibuang oleh ibunya sesaat setelah dilahirkan tanpa diketahui ayahnya.

Bayi perempuan itu hingga kini masih dirawat intensif di RS Harapan Kota Magelang karena mengalami luka-luka lebam di tubuhnya.

Baca: Ibunda Atiqah Hasiholan, Ratna Sarumpaet Segera Diperiksa Polisi soal Kasus Hoax

Baca: Hotman Paris Didesak Komentari Ratna Sarumpaet, Ibunda Atiqah Hasiholan. Ini Jawabannya

Baca: Sejumlah Siswi SD di Kendal Keracunan Permen Jelly Bentuk Stik

"Sesuai niat saya, tadi saya sudah mengazdankan bayi, semoga Allah memberikan kekuatan kepada yang bersangkutan," ungkap Kristanto, di RS Harapan Magelang, Kamis (4/10/2018).

Ia menyampaikan, secara umum, dari hasil pemantauan tim dokter, kondisi fisik bayi sudah membaik dari hari sebelumnya. Fungsi motorik bayi juga dinilai bagus meskipun berat badan bayi turun dari 1800 gram menjadi 1650 gram.

"Sebelumnya, dokter mau me-rontgen, tapi karena kondisi bayi semakin sehat dan fungsi motoriknya juga dalam keadaan normal, maka tidak jadi," sebut Kristanto.

Pihaknya masih akan melakukan penyelidikan atas kasus ini untuk mengetahui motif sang ibu, N (24) membuangnya, termasuk mengetahui ayah bayi tersebut. N sendiri juga masih dirawat di RS Budi Rahayu Kota Magelang, namun menurut Kristanto kondisinya sudah membaik dan akan segera diperiksa penyidik.

"Info dari dokter yang menangani, (N) sudah membaik, mungkin hari ini sudah bisa keluar rumah sakit dan dibawa ke Polres," jelasnya.

Perempuan yang bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) itu telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia akan dijerat dengan UU perlindungan anak pasal 76 huruf C junto 80 ayat 4, tentang kekerasan terhadap anak. Ia terancam hukuman bui selama 3 tahun 8 bulan, ditambah sepertiga hukuman menjadi 4,2 tahun.

Sebelumnya diberitakan, N tega membuang anak kandungnya yang baru dilahirkan dengan cara melemparnya dari atas gedung lantai 3 di kawasan Alun-alun Kota Magelang, Selasa (2/10/2018). N melahirkan di toilet gedung tersebut dengan persalinan normal tanpa bantuan siapa pun.(*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved