Breaking News:

Keluarga Korban KM Sinar Bangun Ini Tak Pernah Terima Sumbangan dari Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet beberapa hari lalu mengaku berbohong kepada publik telah dianiaya hingga wajahnya lebam dan ternyata lebam diwajahnya akibat operasi

KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA
Ratna Sarumpaet 

TRIBUNBATAM.id - Ratna Sarumpaet beberapa hari lalu mengaku berbohong kepada publik telah dianiaya hingga wajahnya lebam dan ternyata lebam diwajahnya akibat operasi plastik.

Temuan dan penyidikan polisi sumber rekening yang digunakan untuk operasi plastik itu adalah rekening yang digunakan untuk mengumpulkan dana bagi musibah kapal tenggelam di Danau Toba.

 
Robert Sidauruk,orangtua satu dari korban KM Sinar Bangun mengaku mengetahui kedatangan Ratna Sarumpaet ke Pelabuhan Tiga Ras Kabupaten Simalungun untuk meninjau korban-korban tenggelamnya KM Sinar Bangun.

Namun, selama ini dia tidak pernah mengetahui Ratna membuka rekening peduli Korban KM Sinar Bangun.

“Kami tidak pernah tahu kalau Ratna Sarumpaet pernah membuka rekening,” ujarnya saat ditemui Tribun di Simanindo, Kabupaten Samosir.

Baca: Jika Persib Bandung Pilih Bermarkas di Serui, Ini Kendala yang Bakal Dihadapi saat Laga Digelar

Nomer Rekening BCA  2721360727 pernah dibuka dan dijadikan menampung bantuan amal untuk ditujukan kepada keluarga korban tenggalamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba.

Melalui putrinya Atiqa Hasiholan, Ratna dan pada 29 Juni 2019 menghimpun dana mereka menganjurkan agar sumbangan ditransfer selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB besok harinya.

Baca: Suami Meninggal Dunia, Istri Pedagang Ini Dapat Warisan dari Program BPJS Ketenagakerjaan

Namun, diduga uang dari rekening tersebut dipakai untuk membiayai operasi Ratna.

Robert Sidauruk, ayah Jaya Sidauruk (25) korban tenggelam Kecelakaan yang masih hilang hingga hari ini mengatakan tidak mengetahui apakah ada bantuan dari Ratna Sarumpaet.

Sepengetahuannya, bantuan Ratna tidak pernah sampai kepada keluarga-keluarga korban di Pulau Samosir, termasuk dirinya.

Menanggapi Ratna menggunakan rekening yang sama dalam proses biaya operasi,tentu Robert merasa terpukul.

Kata Robert, selaku ayah kandung keluarga  korban dia tidak mempersoalkan jumlah besaran dana melainkan menilai Ratna memperdalam luka di atas duka para keluarga korban tenggelamnya Km Sinar Bangun, termasuk dirinya.

“Menurut kami, ini Ratna terlalu tega dan sudah pelecehan kepada kami para keluarga Korban KM Sinar Bangun.  Kami tidak melihat jumlah besaran angka, tapi jangan duka kami dijual,” ujar Robert kesal.

Kepala Desa Simanindo ini juga berharap, Kepolisian dapat memproses kasus tersebut dengan bijak.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved