Breaking News:

Ratna Sarumpaet Ditangkap, Dulu Menentang Soeharto Kini Bikin Hoax

Drama berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet semakin menghebohkan publik Indonesia, setelah Ratna Sarumpaet

WARTA KOTA/ALEX SUBAN
Mantan anggota Tim Kampanye Prabowo-Sandiaga Ratna Sarumpaet digelandang ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (4/10/2018) malam. Ia diamankan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang 

TRIBUNBATAM.id - Drama berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet semakin menghebohkan publik Indonesia, setelah Ratna Sarumpaet ditangkap polisi di Jakarta, Kamis (4/10/2018) malam.

Ditangkap polisi bukanlah hal baru bagi Ratna Sarumpaet.

Menurut catatan yang dikumpulkan oleh Tribunnews, Ratna Sarumpaet sudah 4 kali ditangkap polisi.

1. Menentang Soeharto

Ratna Sarumpaet kini bisa dibilang satu kubu bersama Keluarga Cendana, atau pewaris Soeharto.

Mereka sama-sama berada dalam lingkar pro Capres pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Tapi, pada tahun 1997, Ratna Sarumpaet sangat aktif dalam pergerakan menentang Soeharto.

Dikutip dari situs ratnasarumpaet.id dan Wikipedia, Ratna Sarumpaet pernah ditangkap polisi dan diperiksa karena aksi protesnya terhadap rezim Soeharto.

Pada kampanye Pemilu 1997, Ratna Sarumpaet bergabung ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Suatu hari, Ratna Sarumpaet dan aktivis lain menggelar aksi demonstrasi teatrikal.

Aksi itu dikawal ketat aparat.

Di sepanjang jalan Warung Buncit, Ratna dan aktivis lain mengusung sebuah keranda bertuliskan “DEMOKRASI” sambil mengumandangkan kalimat tahlil, Lā ilāha illa l-Lāh.

Aksi itu digunakan untuk melambangkan matinya demokrasi di Indonesia.

Karena aksi itu, Ratna Sarumpaet dan peserta aksi lain ditangkap.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved