Soal Grup Massenger Siswa SMP Berisi Video dan Foto Dewasa di Batam, Ini Penjelasan Kadisdik

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan datang ke sekolah, tersebut sekira pukul 09.00 WIB pagi, untuk mengkonfirmasi kejadian

TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Perihal adanya siswa yang ketahuan memiliki grup messenger berisi gambar dan video dewasa di sebuah SMPN di Batam, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, langsung mendatangi sekolah tersebut, Senin (8/10/2018).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan datang ke sekolah, tersebut sekira pukul 09.00 WIB pagi, untuk mengkonfirmasi kepastian kejadian yang beredar di media sosial tersebut.

"Jadi ini tidak melibatkan 8 orang. Saya sudah klarifikasi, tidak ada informasi yang menonton film porno. Anak-anak ini hanya menerima (video porno) dari pihak luar, dan dikirim film-film seperti itu," ujar Hendri usai melangsungkan pertemuan tertutup dengan Kepala Sekolah.

Baca: Terima Tantangan Debat Budiman Sudjatmiko, Fadli Zon: Sudah Lama Saya Tunggu, Kapan dan Dimana

Baca: Persib vs Madura United - Kehilangan 10 Pemain, Pelatih Mario Gomez Panggil Bek Persib U19

Baca: Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo: Suez Canal Akan Jadi Inspirasi BP Batam

Baca: BERITA PERSIB - Komdis PSSI Revisi Sanksi, Mario Gomez Nilai Persib Makin Dirugikan. Ini Sebabnya

Diakuinya, menonton film dewasa itu tidak dilakukan di sekolah, melainkan di rumah melalui sebuah akun facebook.

"Bukan ketangkap di sekolah," katanya.

Pertemuan berlangsungkan tertutup di ruangan kepala sekolah dan berlangsung selama kurang lebih 2 jam.

Hendri mengatakan, anak-anak yang terlibat di grup itu akan dilakukan pembinaan akhlak.

Pasalnya memang di usia dini, sangat mudah anak-anak mengakses apapun melalui handphone.

"Saya sampaikan kepada Kepala Sekolah anak-anak tidak boleh membawa handphone ke sekolah. Kalaupun ada, bawa handphone jadul atau senter, itupun harus dititipkan kepada wali kelas mereka," kata Hendri.

Hendri juga meminta pihak sekolah melakukan razia rutin seketat mungkin.

"Orangtua harus cerewet kepada anaknya dirumah. Salah satu caranya informasi paguyuban kelas sangat dibutuhkan,"katanya.

Ia menilai kejadian ini tidak perlu sampai terhadap KPPAD. Karena kejadiannya dilingkup sekolah.(rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved