Breaking News:

Leher Tertembus Peluru, Ini 5 Fakta Dibalik Tewasnya Tukang Parkir saat Polisi Gerebek Penjahat

Kapolda Sumatera Selatan menegaskan akan mengusut dan memberi sanksi tegas terhadap anak buahnya apabila terbukti melakukan kesalahan.

THINKSTOCK
Ilustrasi senjata api. 

TRIBUNBATAM.id - Diduga terkena peluru 'nyasar' seorang oknum polisi, seorang tukang parkir di Palembang meninggal dunia setelah lehernya diterjang timah panas.

Pihak keluarga korban segera melaporkan kejadian tersebut di Mapolda Sumatera Selatan untuk meminta keadilan.

Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan menegaskan akan mengusut dan memberi sanksi tegas terhadap anak buahnya apabila terbukti melakukan kesalahan.

Berikut fakta yang harus Anda ketahui dari kasus tersebut 'salah tembak' tersebut.

Baca: Tertangkap Petugas Patroli, Penyelundup Ribuan HP Buang Sebagian Handphone di Sagulung

Baca: INFO GEMPA HARI INI - Gempa Guncang Palu dan Poso Selasa Dinihari WIB Tadi. Berikut Info BMKG

Baca: 6 Hari Lagi Ditutup, Kementerian PANRB Ubah Syarat Pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id

1. Kronologi penggrebekan yang menewaskan warga kampung

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, mengatakan, 14 polisi dari Polsek Pemulutan melakukan penggrebekan sebuah rumah biliar di Jalan KH Azhari Palembang pada hari Senin (8/10/2018) pukul 04.00 dini hari.

Polisi saat itu hendak menangkap DPO (daftar pencarian orang) kasus pembunuhan bernama Soleh alias Mamang.

Soleh menjadi buron setelah melakukan pembunuhan pada hari Rabu (3/10/2018) lalu. Setelah menerima informasi keberadaan Soleh ada di lokasi rumah biliar, polisi segera melakukan penggrebekan.

Saat polisi datang, pengunjung di dalam rumah biliar panik. Sejumlah pengujung juga sempat mengancam polisi dengan senjata tajam.

Melihat situasi semakin tak terkendali, akhirnya polisi melepaskan tembakan peringatan.

“Ketika itu, semuanya pada kabur. Menurut anggota, ada juga suara tembakan dari sisi lain. Belum diketahui tembakan itu dari siapa, apakah warga atau polisi, itu yang masih kami selidiki,” kata Zulkarnain.

2. Korban ditemukan 100 meter dari lokasi penggrebekan

Penggrebekan polisi tersebut ternyata membuat seorang warga di sekitar rumah biliar bernama Ariansyah alias Ari (23), meninggal dunia.

Pasalnya, leher sebelah kiri korban terkena peluru. Jenazah Ari ditemukan keluarga pada pukul 06.30 WIB di sekitar 100 meter dari rumah biliar tersebut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved