Harga Premium Batal Naik, Jokowi Minta Kenaikan Ditunda, Ini Alasannya

Presiden Joko Widodo meminta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium ditunda.

Harga Premium Batal Naik, Jokowi Minta Kenaikan Ditunda, Ini Alasannya
KOMPAS.com/ACHMAD FAUZI
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat meninjau fasilitas produksi pengolahan gas terapung atau Float?ing Processing Unit (FPU)di Pabrikasi Saipem Karimun, Kepulauan Riau, Selasa (21/3/2017) 

TRIBUNBATAM.id - Presiden Joko Widodo meminta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium ditunda.

"Saya sudah lapor bapak presiden, bahwa PT Pertamina (Persero) tidak siap atas kenaikan harga BBM hari ini. Jadi Presiden memberi arahan agar ditunda kenaikan harga BBM Premium dan dibahas ulang," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kepada Tribunnews.com di ruang VIP Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu (10/10/2018) pukul 18.20 Wita.

"Sampai kapan ditunda?" tanya Tribun.

 "Sampai Pertamina siap. Jadi ditunda sampai waktu yang tidak ada waktunya. Demikian sesuai arahan bapak presiden," ujar Jonan.

Baca: Harga Premium Naik, Ini Alasan Pemerintah Tidak Bisa Menahan Harga BBM Subsidi

Sebelumnya, pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium, mulai Rabu (10/10) sore ini.

"Kenaikannya sekitar 6-7 persen, lebih kecil dibandingkan persentasi kenaikan harga minyak mentah dunia sekitar 25 persen," ujar Jonan.

Jika terealisasi, maka harga jual premium di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) naik menjadi Rp 7.000 per liter dari sebelumnya dari Rp 6.450 per liter.

Sedangkan, untuk harga jual Premium di luar Jamali naik menjadi Rp 6.900 per liter dari sebelumnya Rp 6.400 per liter. "Kenaikannya mulai malam (Rabu/10/10) ini paling cepat pukul 18.00 WIB," ujar Jonan.(*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved