Diduga Terima Suap Rp 3,45 Miliar, Bupati Malang Disebut Korupsi Demi Lunasi Utang Kampanye

Bupati Malang, Rendra Kresna diduga terima suap Rp 3,45 miliar dan disebut demi membayar utang kampanye.

Diduga Terima Suap Rp 3,45 Miliar, Bupati Malang Disebut Korupsi Demi Lunasi Utang Kampanye
KOMPAS.com/ANDI HARTIK
Salah satu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menggeledah kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Malang, Selasa (9/10/2018). 

TRIBUNBATAM.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Malang Rendra Kresna (RK) sebagai tersangka terkait kasus suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan di Dinas Pendidikan Pemkab Malang.

Ia menerima suap sebanyak Rp 3,45 miliar, demi membayar utang pembiayaan kampanye saat maju menjadi Bupati Malang periode 2010-2015.

"Setelah menjabat bupati, dilakukan proses pengumpulan fee proyek di Kabupaten Malang, untuk kebutuhan pembiayaan utang dana kampanye yang sudah dikeluarkan sebelumnya," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

Baca: Persipura vs Persib - Tantan Yakin Persib Bandung Akan Tampil Lebih Baik Saat Lawan Persipura

Baca: KPK Lakukan Penggeledahan di Malang Hingga Malam Hari, Dua Pejabat Ikut Dibawa 

Baca: Fakta yang Ditemukan Polisi Terkait Kasus Guru Menculik dan Cabuli Siswa di Malang

Baca: 4 Asisten Artis Ini Dikenal Akrab dan Dekat dengan Keluarga Sang Bos

Rendra Kresna menerima uang suap tersebut dari pihak swasta bernama Ali Murtopo (AM).

Ali merupakan tim sukses Rendra Kresna saat berkampanye di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2010.

Saut Situmorang menerangkan, salah satu yang menjadi perhatian Rendra Kresna dan kawan-kawan adalah proyek di Dinas Pendidikan, yang saat itu mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Bidang Pendidikan di Tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013. Khususnya, proyek pengadaan buku dan alat peraga pendidikan tingkat SD dan SMP.

"Dalam melakukan perbuatannya, RK diduga bersama-sama dengan mantan tim sukses saat Pilkada 2010, dilakukan dan berupaya melakukan proses lelang pada pengadaan barang dan jasa secara elektronik (e-procurement)," ungkap Saut Situmorang.

Selain kasus dugaan suap, KPK juga menjerat Rendra Kresna sebagai tersangka penerimaan gratifikasi.

KPK menduga Rendra Kresna beserta pihak swasta Eryk Armando Talla (EAT) menerima gratifikasi sebesar Rp 3,55 miliar.

"Penerimaan gratifikasi RK dan EAT diduga terkait dengan sejumlah proyek di Kabupaten Malang," ujar Saut Situmorang.

Baca: Viral Penampakan Matahari Kembar 4 di Batam, Begini Penjelasan BMKG Hang Nadim

Baca: Sudah Bisa Dipesan! Samsung Kenalkan Galaxy A7, Cek Harga dan Spesifikasinya Disini

Baca: Satu Penumpang Jatuh ke Laut, Ini Dia 4 Fakta Dibalik Kecelakaan Kapal Ferry VOC Batavia

Baca: WAJIB TAHU! Ini Daftar Info Gempa Hoaks di Medsos dan Sudah Dibantah BMKG

Untuk perkara suap, Rendra Kresna sebagai penerima dijerat dengan sangkaan Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Ali diduga sebagai pemberi dengan sangkaan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Untuk perkara gratifikasi, Rendra Kresna bersama Armando diduga melanggar pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (*)

*Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Bupati Malang Korupsi demi Lunasi Utang Kampanye,

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved