Tanjungpinang Terkini

Maskur Tantang Polres Tanjungpinang Selidiki Komunitas Gay SMP. Ini Jawaban Wakapolres

Kabar tak sedap kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Tanjungpinang. Kabar ini datang dari Ketua Komisi 1 DPRD Tanjungpinang Maskur Tilawah

Maskur Tantang Polres Tanjungpinang Selidiki Komunitas Gay SMP. Ini Jawaban Wakapolres
Tribun Batam/Wahib Wafa
Ketua Komisi 1 DPRD Tanjungpinang Maskur Tilawah. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kabar tak sedap kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Tanjungpinang. Kabar ini datang dari Ketua Komisi 1 DPRD Tanjungpinang Maskur Tilawah.

Maskur membeberkan adanya dugaan komunitas gay anak SMP kepada Wakapolres Tanjungpinang Kompol I Gede Ngurah Joni Mahardika.

Baca: Heboh Komunitas Gay di Tanjungpinang, Wakapolres: Kita akan Lakukan Penyelidikan

Baca: Akun FB Gay Tanjungpinang Hebohkan Warganet, Anggota Dewan pun Ikut Komentar

Baca: Sedang Menyantap Mi Ayam, Tiba-tiba Film Gay Muncul di TV Restoran di Singapura, Apa yang Terjadi?

Perbincangan itu terjadi usai acara peresmian pendirian pos Bhabinkamtibmas Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

"Pak ada di akun facebook akun komunitas gay SMP Tanjungpinang. Saya mohon bantuan bapak untuk segera melakukan penyelidikan apakah itu benar informasi," ujar Maskur saat berbincang dengan Wakapolres Tanjungpinang Senin (15/10/2018).

Wakapolres yang mendengar informasi tersebut langsung menanggapi informasi yang sudah viral tersebut di media sosial. Dimana terdapat kumpulan yang mengaku sebagai anak remaja membentuk komunitas gay.
Wakapolres mengatakan bahwa pihaknya segera mengecek kebenaran informasi tersebut.

"Kita akan kita cari tau kebenaran itu. Nanti pasti kita akan lakukan penyelidikan," kata Wakapolres menjawab laporan Maskur.

Maskur berharap pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan dan mencari tahu kebenaran informasi yang viral ditengah masyarakat. Benar dan tidaknya informasi itu tentunya belum bisa dipertanggungjawabkan.

"Benar tidaknya kita tidak tahu. Oleh karenanya kita minta polisi untuk menjelaskan. Karena ini sangat berbahaya jika memang itu terjadi. Kita berharap tidak, jika ada segera dievaluasi pendidikan kita," katanya.

Menurutnya jika benar ditemukan ada komunitas anak, ini merupakan perilaku menyimpang, terlebih lagi tentang kebebasan seks. Hal itu akan mencoreng pendidikan di Tanjungpinang Karena mengaitkan dengan pelajar yang masih berstatus SMP.

"Kita minta dicari dan dibimbing jika ada kegiatan itu," kata Maskur yang juga membidangi permasalahan pendidikan. (*)

Penulis:
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved