BATAM TERKINI

Surati Kejari Batam, Conti Candra Minta Keadilan Ditegakkan. BCC Hotel Segera Dikembalikan

“Seperti diketahui bahwa, sidang terdakwa Tjipta Fudjiarta cukup lama sejak Maret 2018. Artinya sudah tujuh bulan. Beberapa kali ditunda

Surati Kejari Batam, Conti Candra Minta Keadilan Ditegakkan. BCC Hotel Segera Dikembalikan
istimewa
Batam City Condotel (BCC) Hotel & Recidance 

TRIBUNBATAM.id, BATAM–Conti Chandra melalui kuasa hukumnya Edward Banner Purba kembali menyurati Kejaksaan Negeri Batam, Selasa (16/10/2018).

Perihal surat tersebut adalah, meminta tegaknya keadilan terhadap sidang terdakwa penipuan saham BCC Hotel Tjipta Fudjiarta, yang akan digelar Rabu (17/10/2018) dengan agenda tuntutan.

“Seperti  diketahui bahwa, sidang terdakwa Tjipta Fudjiarta cukup lama sejak Maret 2018. Artinya sudah tujuh bulan. Beberapa kali ditunda hanya pada agenda sidang pembacaan tuntutan. Ini kan sesuatu yang agak menimbulkan pertanyaan bagi kami,” jelas Edward kepada TRIBUNBATAM.id .

Pihaknya meminta pada tuntutan terdakwa Tjipta, diberikan tuntutan oleh JPU dengan maksimal. Mengingat, dakwaan semula kepada kliennya Conti Candra yakni pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan tidak terbukti.

“Klien kami saat ini sudah bebas murni paska dikabulkan peninjauan kembali oleh MA bernomor 41 PK/PID/2018. Dapat saya tarik kesimpulan pada perkara yang sedang bergulir, klien kami tidak bersalah. Buktinya kan pada putusan PK ini. Itu saja barometernya,” papar Edward.

Kendati demikian, Edward mengatakan, justru posisi terdakwa Tjipta saat ini sudah jelas siapa yang bersalah dalam perkara ini.

Agar pada tuntutan nanti, ia berharap jaksa menitipkan objek sangketa perkara The BCC Hotel & Residence yang terletak di Jalan Bunga Mawar, Batu Selicin, Lubuk Baja, Kota Batam tersebut dititipkan kepada pengadilan. Dan segera dikembalikan kepada pihak Conti Chandra.

“Kami minta, agar objek BCC Hotel itu dikembalikan kepada klien kami. Bukan justru dikelolah oleh terdakwa. Jadi memang ada keanehan kalau objek yang diputus klien kami tidak bersalah, justru dititipkan kepada terdakwa,” tambah Edward.

Baca: Conti Chandra Langsung Bebas, MA Kabulkan PK Perkara BCC Hotel

Baca: Hingga Sidang ke 32, Tuntutan JPU Terhadap Tjipta Fudjiarta Juga Belum Siap. Apakah Besok Dibacakan?

Baca: Dinilai tak Adil Perlakukan Conti & Tjipta dalam Kasus BCC Hotel, Begini Sikap Kejari Batam

Edward, menyebutkan kliennya semula didakwakan pasal 374 KUPH karena menggelapkan akta jual beli bernomor 3,4,5 tertanggal 2 Desember 2011 terpatahkan semua. Dan tidak terbukti.

“Bagaimana bisa klien kami gelapkan, sementara akta itu dijadikan sebagai alat bukti di mabes polri atas laporan perbuatan melawan hukum Tjipta. Yang saat ini membuat Tjipta duduk di muka persidangan. Publik bisa menilai atas kasus ini siapa yang salah dan benar,’’ jelasnya.

Saat Conti Chandra dituntut saat itu selama 3 tahun 6 bulan penjara dalam perkara 374 itu dengan hukuman maksimal 4 tahun.

Maka saat ini diminta JPU untuk melakukan hal yang sama terhadap Tjipta, dengan dakwaan komulatif pasal 266 KUHP 7 tahun penjara dan 378 KUHP maksimal 4 tahun penjara.

“Ayo, tegakkan keadilan. Kita anut asas equality before the law,” imbuhnya.

Edward lagi-lagi meminta keadilan terhadap perkara yang bergulir. Dia mengatakan, sewaktu kliennya duduk sebagai terdakwa sebelum PK dikabulkan, jadwal sidang juga terbilang cepat.

“Kalau gak salah cuman tiga bulan putus. Malah sidang Tjipta ini sampai tujuh bulan. Lama sekali,” katanya seraya melempar pertanyaan.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved