CPNS 2018

CPNS 2018 - Jumlah Pelamar CPNS 2018 Hanya 4,4 Juta, BKN Sebut 3 Hal Ini Diduga Penyebabnya

Dalam pendaftaran CPNS 2018 ini, BKN sebenarnya menargetkan jumlah pelamar hingga 8 juta, namun realisasinya hanya 4 juta pelamar saja.

CPNS 2018 - Jumlah Pelamar CPNS 2018 Hanya 4,4 Juta, BKN Sebut 3 Hal Ini Diduga Penyebabnya
TRIBUN JABAR
cpns 2018 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara ( BKN) Muhammad Ridwan mengungkapkan, jumlah akun pelamar di situsweb sscn. bkn.go.id tercatat sebanyak 4.436.694 akun.

Menurut Ridwan, jumlah ini di bawah target yang diharapkan.

"Ini memang less expected dari yang kami perkirakan sebelumnya sekitar 6 juta sampai 8 juta," ungkap Ridwan dalam konferensi pers di gedung BKN, Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Sementara jumlah pelamar yang menuntaskan pendaftaran di situs tersebut sebanyak 3.627.981 orang.

Merekalah yang akan menjalani tahapan verifikasi oleh instansi terkait dan Badan Kepegawaian Daerah dalam seleksi administrasi.

Baca: CPNS 2018 - Hasil Seleksi Administasi CPNS 2018 Mulai Diumumkan, 355.733 Pelamar Dinyatakan Gagal

Baca: CPNS 2018 - Login sscn.bkn.go.id Atau Lewat Email. Begini Cara Cek Hasil Tes Administrasi CPNS 2018

Baca: INFO CPNS 2018 - Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Mulai Diumumkan, Cek Jumlah Pesaing Disini

Baca: INFO CPNS 2018 - Pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id Resmi Ditutup, Ini 5 Instansi Sepi Peminat

Adapun pengumuman hasil seleksi administrasi berlangsung sejak Selasa (16/10/2018) sampai Minggu (21/10/2018) nanti.

Menurut Ridwan, ada tiga hal yang menyebabkan jumlah pelamar di bawah target. Ia berkaca pada pengaduan-pengaduan pelamar ke helpdesk BKN.

"Pertama, soal kependudukan. Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga tidak sesuai, misalnya, tahun ini menikah KK-nya baru, KK yang baru enggak bisa dipakai, KK yang lama enggak ditemukan dan sebagainya. Alamat juga gitu," katanya.

Padahal, kata dia, sejak proses tahapan penerimaan CPNS 2018 dimulai, BKN telah mengimbau kepada seluruh pelamar untuk segera menuntaskan persoalan kependudukan yang dialaminya sebelum mendaftar.

"Kami sudah sampaikan agar yang enggak beres itu diselesaikan dulu, bahkan itu perbedaan nama antara akta kelahiran dan ijazah itu harus diselesaikan jauh-jauh hari sebelum pendaftaran," paparnya.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved