Saat Geledah Rumah Bupati Bekasi, KPK Sita Uang Rp 100 Juta Lebih

KPK menyita uang dengan nilai sekitar Rp 100 juta lebih dalam pecahan rupiah dan yuan saat menggeledah rumah Neneng Hassanah Yasin.

Saat Geledah Rumah Bupati Bekasi, KPK Sita Uang Rp 100 Juta Lebih
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin tiba di Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (15/10/2018) malam. Neneng Hasanah Yasin menjalani pemeriksaan KPK usai ditetapkan sebagai tersangka bersama 8 tersangka lainnya terkait OTT di Kabupaten Bekasi yakni suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. 

TRIBUNBATAM.id - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) telah menggeledah rumah milik Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin, Rabu (17/10/2018) kemarin.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menuturkan, dalam penggeledahan itu, KPK menyita uang dengan nilai sekitar Rp 100 juta lebih dalam pecahan rupiah dan yuan.

"Terkait dengan penggeledahan di rumah Bupati Bekasi, KPK menemukan uang rupiah dan yuan dalam jumlah lebih dari Rp 100 juta," kata Febri dalam keterangan tertulis, Kamis (18/10/2018).

Baca: Ini Dia Daftar 32 Negara Terkorup di Dunia. Indonesia Peringkat Berapa?

Baca: KPK Lakukan Penggeledahan di 5 tempat, Salah Satunya Rumah Bos Lippo Group James Riady

Baca: Roro Fitria Divonis Penjara 4 Tahun dan Denda Rp 800 Juta

Baca: Akibat Tiap Malam Makan Mi Instant, Remaja Ini Meninggal Dunia

Dalam kasus ini, Neneng selaku bupati dan para kepala dinas di Pemkab Bekasi diduga dijanjikan uang Rp 13 miliar oleh pengembang Lippo Group.

Saat dilakukan operasi tangkap tangan, menurut KPK, baru terjadi penyerahan uang sebesar Rp 7 miliar.

Pemberian uang itu terkait pengurusan perizinan proyek Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Selain Neneng, KPK juga menetapkan tiga kepala dinas dan satu pejabat sebagai tersangka.

Masing-masing yakni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bekasi Jamaluddin dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahor.

Kemudian, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati.

Selain itu, KPK juga menetapkan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi sebagai tersangka. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Geledah Rumah Bupati Bekasi, KPK Sita Uang Sekitar Rp 100 Juta Lebih"

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved