BNPB: Jumlah Korban Meninggal Bencana Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah Mencapai 2.113 orang

BNPB melaporkan, hingga Sabtu (20/10), dampak bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah menyebabkan 2.113 orang meninggal dunia

BNPB: Jumlah Korban Meninggal Bencana Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah Mencapai 2.113 orang
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Presiden Joko Widodo mengunjungi Perumnas Balaroa, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Donggala dan Palu mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia. 

TRIBUNBATAM.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Sabtu (20/10), dampak bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah menyebabkan 2.113 orang meninggal dunia, sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan sebanyak 223.751 orang mengungsi di 122 titik. 

Sebaran 2.113 orang korban meninggal dunia adalah Kota Palu 1.703 orang, Donggala  171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang.

Semua korban meninggal dunia telah dimakamkan, baik pemakaman massal maupun pemakaman keluarga.

Dari 2.113 orang korban meninggal dunia, sudah termasuk 1 orang warga Korea Selatan yang meninggal dunia di reruntuhan Hotel Roa-Roa Kota Palu.

Tidak benar, adanya berita yang memberitakan 2 orang warga Belanda yang juga menjadi korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan Hotel Roa-Roa. 

Evakuasi korban gempa bumi dan tsunami Donggala dan Palu Sulawesi tengah oleh Prajurit Korps Marinir (Kormar) TNI AL, jajaran TNI dan pihak terkait, Minggu (30/9/2018)
Evakuasi korban gempa bumi dan tsunami Donggala dan Palu Sulawesi tengah oleh Prajurit Korps Marinir (Kormar) TNI AL, jajaran TNI dan pihak terkait, Minggu (30/9/2018) (IST/Dinas Penerangan Korps Marinir)

"Tim Posko Kementerian Luar Negeri dan Basarnas sudah menelusuri berita tersebut, bahwa berita tersebut tidak benar. Tim SAR gabungan yang dikoordinasikan oleh Basarnas hanya menemukan 1 jenasah warga negara asing yaitu warga negara Korea Selatan pada 4 Oktober. Tidak ada warga negara Belanda. Pencarian korban di Hotel Roa-Roa juga sudah dihentikan sejak 8 Oktober," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/10).

Ia menambahkan, pembangunan hunian sementara (huntara) dan tenda-tenda terus dilakukan untuk pengungsi.

Begitu juga sarana prasana kebutuhan MCK, air bersih, dan sanitasi dibangun di sekitar tempat pengungsian.

Mendekati musim penghujan kebutuhan huntara dan tenda yang layak untuk pengungsi menjadi kebutuhan mendesak.

Kebutuhan mendesak untuk pemenuhan kebutuhan pengungsi dan masyarakat terdampak masih diperlukan hingga saat ini.

Kebutuhan mendesak antara lain beras, gula, makanan bayi, susu anak, susu ibu hamil, kantong plastik, tenda, selimut (bayi, anak-anak, dewasa), minyak kayu putih, sabun mandi, pasta gigi, minyak goring, seragam anak sekolah, buku dan peralatan sekolah, air bersih, MCK, penerangan di pengungsian, sanitasi, dan kebutuhan dasar lainnya.

Editor: Danang Setiawan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved