BATAM TERKINI

Ketahui Kewenegaraan Anak dari Pernikahan Beda Negara, Imigrasi Belakangpadang Gelar Workshop

Status kewarganegaraan anak dari kawin campur atau pernikahan beda kewarganegaraan, baru disadari ketika anak tersebut sudah remaja dan dewasa

Ketahui Kewenegaraan Anak dari Pernikahan Beda Negara, Imigrasi Belakangpadang Gelar Workshop
TRIBUNBATAM/ZABUR
Rorif Desvyati saat memberikan penjelasan terkait anak dengan kewarganegaraan ganda 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Masih ingat Gloria Natapradja yang gagal menjadi anggota paskibraka karena tak memiliki kewarganegaraan Indonesia.

Status kewarganegaraan anak dari kawin campur atau pernikahan beda kewarganegaraan, baru disadari ketika anak tersebut sudah beranjak remaja dan dewasa.

Agar tidak terulang kasus serupa kepada anak-anak dari kawain campur itu untuk menentukan kewarganegaraannya, setiap orangtua juga harus mengetahui undang-undang atau peraturan yang mengatur kewarganegaraan.

Demikian disampaikan Rorif Desvyati, Kabid Subid Pelayanan Administrasi Hukum dan Kekayaan Intelektual, Kantor Kemenkumham Kepri, dalam kegiatan Penyebaran Informasi Pendampingan Status Keimigrasian Anak Berkewarganegaraan Ganda yang digelar Kantor Imigarsi Kelas II Belakangpadang di Haris Resort Warterfront Batam, Kamis (25/10/2018).

Desvyati menyebutkan permasalahan anak berkewarganegaraan ganda, masih banyak belum diketahui orangtuanya. Hal ini ditemukan beberapa kasus terkait status anak dalam menetukan kewarganegaraaan.

"Orangtua kawin campur masih menganggap anak yang lahir di Indonesia dengan sendirinya menjadi warga negara Indonesia (WNI). Bahkan menganggap anak memiliki hak untuk memilih salah satu kewarganegaraannya saat menginjak 18 tahun," katanya.

Baca: Peringati HUT RI, Imigrasi Belakangpadang Beri Kejutan ke ABK Kapal Asing

Baca: Hanya Butuh Tiga Hari Saja Untuk Membuat Paspor di Imigrasi Belakangpadang

Baca: Permudah Warga Buat Paspor, Petugas Imigrasi Belakang Padang Turun ke Pulau Terong

Menurutnya, mereka yang lahir atas perkawinan silang antar dua kewarganegaraan yang berbeda harus mengajukan permohonan WNI paling lambar 4 tahun setelah lahir.

"Indonesia menganut asas ius sanguinis, kita akan mewarisi kewarganegaraan salah satu atau kedua orang tua saat lahir. Dalam asas ius sanguinis, anak mewarisi kewarganegaraan orang tua di mana pun ia lahir," katanya.

"Jadi yang menentukan kewarganegaraan sesorang ialah kewarganegaraan orangtuanya, dengan tidak mengindahkan dimana ia sendiri dan orangtuanya berada dan dilahirkan. Contohnya, orangtua Aviscena WNI yang lahir di negara China. Aviscena dinyatakan WNI karena Indonesia dan China menganut asas ius sanguinis," ujarnya.

Untuk asas ius soli, yang menentukan kewarganegaraan sesorang menurut daerah atau negara tempat ia dilahirkan.

Halaman
12
Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved