Konflik Palestina Israel

Jet Tempur Israel Bombardir 80 Titik di Gaza, Rumah Sakit Indonesia Juga Rusak Berat

Dari rekaman foto dan video yang diunggah di media sosial terlihat kilatan cahaya dari roket-roket Israel serta ledakan di sejumlah titik.

TWITTER
Roket Israel meledak mengenai permukiman di Gaza, Sabtu (27/10/2018) dini hari. Rumah sakit Indonesia mengalami kerusakan akibat serangan ini. 

TRIBUNBATAM.id, GAZA - Jet-jet tempur Israel menembakkan rudal dan menjatuhkan bom di wilayah Gaza, Sabtu (27/10/2018) dini hari hingga pagi.

Setidaknya, ada 80 titik yantg menjadi sasaran bom-bom Israel di wilayah konflik tersebut, menyusul berbagai aksi demonstrasi menentang tindakan Israel yang memindahkan ibu kota ke Yerusalem.

Dari rekaman foto dan video yang diunggah di media sosial terlihat kilatan cahaya dari roket-roket Israel serta ledakan di sejumlah titik.

Menurut laporan media setempat, setidaknya 16 roket ditembakkan oleh pesawat tempur Israel di Gaza.

Pihak Israel mengklaim, serangan itu sebagai tindakan balasan dari serangan roket yang ditembakkan militan Hamas ke wilayah Israel.

Militer Israel mengatakan, pihaknya sudah menyalakan sirine alarm sepanjang malam di komunitas selatan Israel, termasuk Kota Sderot yang berbatasan dengan Gaza.

Warga di daerah yang terkena bencana diperingatkan untuk tidak mengadakan pertemuan hingga 100 orang di area terbuka dan 500 di area tertutup.

Aljazeera melaporkan, jet tempur Israel menyerang setidaknya 80 titik di Jalur Gaza pada Sabtu dini hari dan dibalas oleh tembakan sekitar 30 roket darat ke Israel.

Salah satu titik yang menjadi sasaran bom Israel di Gaza wilayah Palestina (Reuters).

Ini adalah baku tembak paling berat dalam beberapa minggu terakhir.

Pertempuran itu menyusul aksi demo berdarah, Jumat di daerah perbatasan.

Pasukan Israel menembak dan menewaskan lima warga Palestina yang memprotes di sepanjang pagar pembatas yang membagi Gaza dan Israel yang dikuasai Hamas.

Penembakan itu tak diterima oleh Hamas yang langsung menembakkan roket-roket ke wilayah Israel, kemudian dibalas dengan serangan udara.

Setidaknya ada seki8tar 30 roket yang ditembakkan. 10 di antaranya dicegat oleh jaring yang disebut iron dome, dua meledak prematur di Gaza dan sisanya meledak di areal terbuka.

Bentrokan itu mempersulit misi negosiasi damai yang dimediatori oleh Mesir.

Militer Israel mengatakan telah menyerang sekitar 80 lokasi di Gaza pada Sabtu pagi, termasuk gedung markas besar keamanan.

Asap membubung dari lokasi tembakan roket Israel di Gaza, Sabtu pagi (Reuters).

Kepala militer Israel, Jenderal Gadi Eisenkot mengadakan pertemuan darurat para pejabat tinggi keamanan, tambah militer, tanpa merinci.

Israel menuding kelompok Hamas adalah pihak yang bertanggung jawab atas apa pun yang terjadi di Gaza, lapor Reuters.

Sejauh ini belum ada pernyataan apa pun dari Hamas.

Namun Jihad Islam, kelompok kecil Palestina mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket terhadap Israel tersebut.

Mereka mengatakan, selama ini merreka menahan diri, namun akhirnya mereka tak bisa diam setelah Israel melakukan pembunuhan terhadap orang tak berdosa.

Di antara roket yang ditembakkan Israel juga mengenai Rumah sakit Indonesia dan mengalami kerusakan.

Rumah sakit yang dibangun Indonesia di Bayt Lahiya, bagian utara Gaza mengalami kerusakan cukup berat akibat pemboman Israel tersebut.

Di media sosial beredar sejumlah foto dan video yang menunjukkan kerusakan-kerusakan itu, dan kepanikan yang dialami pasien dan staf rumah sakit.

Dalam siaran pers Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), lembaga Islam untuk bantuan kesehatan, setidaknya lima roket jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia.

"Dentuman keras kelima roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia. Ruangan yang mengalami kerusakan di antaranya ruangan kantor administrasi, toilet, koridor, ICU, dan lainnya," kata Reza Aldilla Kurniawan, relawan MER-C di Gaza, dalam siaran pers itu.

Seorang anak Palestina dirawat di RS Khan, Gaza, setelah terkenapecahan roket Israel (AFP)

Pasien-pasien dipindahkan ke lorong-lorong yang dianggap lebih aman.

Saat serangan terjadi, Reza sedang berada di dalam bangunan Wisma Rakyat Indonesia yang terletak di belakang rumah sakit tersebut.

"Guncangan besar sekali, debu-debu jatuh dari atap. Saya langsung keluar dari wisma dan melihat kondisi rumah sakit mengalami kerusakan di beberapa bagian," ungkapnya.

Pasien-pasien kemudian dipindahkan dan ditempatkan di lorong-lorong yang lebih aman.

Rumah Sakit Indonesia beroperasi sejak 2012 didirikan oleh sejumlah lembaga solidaritas Indonesia untuk Palestina, berasdal dari dana sumbangan masyarakat Indonesia.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, sudah 213 warga Gaza tewas dalam sejak demonstrasi mingguan di perbatasan sejak beberapa bulan lalu.

Sementara seorang serdadu Israel tewas oleh penembak jitu Palestina. (*)

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved