Penumpang Tujuan Singapura dan Malaysia Tertahan di Pelabuhan Internasional Karimun. Ini Penyebabnya

Ratusan penumpang dari dan ke Singapura dan Malaysia tertahan di pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun, Sabtu (27/10/2018).

Penumpang Tujuan Singapura dan Malaysia Tertahan di Pelabuhan Internasional Karimun. Ini Penyebabnya
TRIBUN BATAM/YAHYA
Penumpang kapal feri dari Singapura dan Malaysia tertahan di ponton pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun akibat listrik mati, Sabtu (27/10/2018). TRIBUN BATAM/YAHYA 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Ratusan penumpang dari dan ke Singapura dan Malaysia tertahan di pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun, Sabtu (27/10/2018).

Hal ini diduga dipicu matinya sistem keimigrasian di pelabuhan tersebut akibat pemadaman listrik oleh PLN.

Kondisi itu diperparah oleh mesin genset milik PT Pelindo (Persero) selaku operator pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun yang mengalami kerusakan.

Kondisi ini sudah terjadi sejak pagi sekitar pukul 08.30 WIB dan hingga pukul 10.30 WIB belum ada tanda-tanda akan normal kembali.

"Ratusan penumpang kapal feri luar negeri tujuan Singapura dan Malaysia tertahan di pelabuhan. Yang datang tak bisa keluar, yang di luar tak bisa masuk. Listrik mati, genset mati juga," kata narasumber TribunBatam.id di pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun, Sabtu.

Kondisi ini membuat Herman dari koperasi supir taksi kecewa.

Herman menyayangkan pihak operator pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun tidak professional.

Herman mengaku khawatir kejadian listrik mati dan tertahannya tamu luar negeri sampai berjam-jam tersebut bisa menjatuhkan image Karimun.

"Atas nama koperasi taxi pelabuhan KOPSITA, KJATK, KOTAPKA, sangat menyayangkan pelayanan di pelabuhan Internasional jadi terhambat dikarenakan matinya lampu, akibatnya penumpang yang datang, kapal Fery yang pertama jam 8,30 tertahan di dalam sampai jam 10, lantaran lampu mati, komputer tidak bisa hidup. yang mau berangkat pun juga tidak bisa. Ini imejnya cukup memalukan untuk Karimun, bang," ujar Herman.

Belum ada pernyataan resmi dari PT Pelindo (Persero) Cabang Tanjungbalai Karimun selaku operator pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun.

Namun seorang petugas di pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun yang enggan identitasnya dipublikasikan mengatakan genset sudah hidup sekitar pukul 10.47 WIB.

"Alhamdulillah sudah hidup gensetnya. Kita tak nyangka juga gensetnya tiba-tiba tidak hidup pas jadwal pemadaman listrik PLN pula. Tak tau juga rusaknya gimana, tahu-tahu tak hidup saja," katanya. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved