PEMILU 2019

Bawaslu dan Kemenag Tanjungpinang Tegaskan Larangan Kampanye di Tempat Ibadah

Kegiatan yang telah kita gelar beberapa hari lalu disejalankan dengan sosialisasi dan deklarasi Pemilu Sadar bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat

Bawaslu dan Kemenag Tanjungpinang Tegaskan Larangan Kampanye di Tempat Ibadah
TRIBUNBATAM/WAHIB WAFA
Kepala Kemenag Kota Tanjungpinang H Erman Zarudin (kemeja putih) bersama Zaini ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang (batik cokelat) menunjukan berkas kerja sama setelah dilakukan penandatanganan 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- Untuk menyukseskan Pemilu 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang bersama Kementerian Agama (kemenag) Kota Tanjungpinang melaksanakan kesepakatan yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU).

MoU itu berisikan tentang kesepakatan dalam meningkatkan partisipasi pemilih dan juga pengawasan. Sekaligus kegiatan untuk sosialisasi dan deklarasi Pemilu yang santun damai dan demokratis (Sadar).

"Kegiatan yang telah kita gelar beberapa hari lalu disejalankan dengan sosialisasi dan deklarasi Pemilu Sadar bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kota Tanjungpinang. Kerja sama ini sangat urgen, karena keberhasilan pemilu adalah berkat partisipasi peran kita semua," kata Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang Zaini kepada TRIBUNBATAM.id , Minggu (28/10/2018).

Ia menambahkan bahwa MoU ini sebagai bentuk pengembangan pengawasan partisipatif dalam menyukseskan pemilu yang berkualitas, aman, damai dan demokratis.

Zaini menjelaskan kerja sama dengan Kemenag karena sebagai lembaga negara yang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan dalam pembimbingan pembinaan dan pengelolaan fungsi administari dari kegiatan keagamaan umat beragama.

"Sehingga diharapkan Bawaslu bisa bersinergi dan memberikan sosialisasi kepada lintas umat beragama. Tentunya untuk meningkatkan kesadaran partisipasi pemilihan masyarakat dalam Pemilu, memberikan pemahaman terkait peraturan, serta menciptakan simpul-simpul pengawasan," tuturnya.

Baca: ICMI Orda Tanjungpinang Gelar Dialog Pemilu Bermartabat, Ini Tujuannya

Baca: Cegah Kecurangan Dalam Pemilu, Pengiriman Logistik ke Pulau Terluar Gunakan Kapal Perang

Baca: Keterwakilan Perempuan Tidak Terpenuhi, Berkarya Gugat KPU Tanjungpinang. Bawaslu Malah Sebut Ini

Ia menyebut Kemenag memiliki penyuluh agama, sehingga bisa menjadi bagian dari simpul pengawasan Bawaslu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat menjadi pemilih cerdas, sekaligus turut menegakkan aturan dan mencegah berbagai potensi pelanggaran.

"Serta melakukan kegiatan sosialisasi yang disinergikan dengan kegiatan keagamaan umat beragama. Baik Islam, Kristen Katolik, Protestan, Budha, Konghuchu.Terutama membangun komitmen untuk proaktif menjaga pemilu damai anti hoaks, anti money politik. Kemudian anti politisasi sara serta memberikan pemahaman bahwa para caleg dan tim kampanye dilarang untuk berkampanye di rumah ibadah, baik Masjid, Gereja, Vihara, Kelenteng dan sebagainya," ucapnya.

Sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No.23 Tahun 2018, Tentang Kampanye Pasal 69 ayat 1 Huruf h, bahwa pelaksana, peserta dan tim kampanye Pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.(wfa)

Penulis:
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved