TANJUNGPINANG TERKINI

Dinding Setinggi 2 Meter Panjang 8 Meter Dirobohkan, 8 Wanita Ditetapkan Sebagai Tersangka

Polsek Tanjungpinang Timur menetapkan 8 orang tersangka kasus pengrusakan tembok yang dibangun oleh pengusaha Jodi.

Dinding Setinggi 2 Meter Panjang 8 Meter Dirobohkan, 8 Wanita Ditetapkan Sebagai Tersangka
pixabay
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.Id.TANJUNGPINANG - Polsek Tanjungpinang Timur menetapkan 8 orang tersangka kasus pengrusakan tembok yang dibangun oleh pengusaha Jodi.

Mirisnya, tersangka semuanya adalah kaum ibu-ibu warga sekitar.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi membenarkan bahwa para ibu-ibu itu ditetapkan jadi tersangka kasus pengerusakan.

Perwira menengah itu mengatakan sudah ada alat bukti permulaan yang cukup sehingga warga Kampung Melayu, Melayu kota Piring kecamatan Tanjungpinang Timur dapat ditetapkan tersangka kasus pengerusakan.

Baca: CATAT! Satlantas Gelar Operasi Zebra di Batam, Ini 12 Jenis Pelanggaran Bakal Kena Sanksi

Baca: CATAT! Pasar Murah di 3 Kecamatan Bakal Diperpanjang hingga Desember. Ini Jadwalnya

Baca: Suara Ledakan Mirip Petir, Begini Kesaksian Nelayan saat Pesawat Lion Air JT610 Jatuh

Baca: Viral dan Trending di Youtube, Ini Lirik dan Arti Lagu Thailand Wik Wik Wik Ahh Ahh

"Kepemilikan lahan ini sudah atas nama Jodi. Akses jalan itu juga sudah ada kurang lebih satu meter yang diperuntukkan untuk masyarakat yang beraktivitas di sana. Sementara terkait kasus pengerusakan ini penyidik telah menetapkan tersangka atas bukti permulaan yang cukup," kata Ucok ditemui di Polres Tanjungpinang, Selasa (30/10/2018).

Pihaknya tidak melakukan penahanan berdasarkan pasal yang diterapkan yakni terkait pengerusakan.

Proses hukum yang dilalui menurut Kapolres agar mewujudkan pemanfaatan hukum itu sendiri karena tuntutan masyarakat yang meminta akses jalan yang lebih lebar.

"Dia menghendaki dan keinginan masyarakat yang mendapat akses yang lebih besar, tapi jangan dengan cara pengerusakan. Ini yang harus dipahami masyarakat lebih baik. Kami juga telah melakukan kordinasi dengan pemerintah, untuk mediasi dan berujung pada pengerusakan tersebut," ungkapnya.

Ia berpendapat untuk memberikan kepastian hukum pihaknya melakukan upaya hukum dengan melakukan proses penyelidikan hingga penyidikan dan saat ini 8 orang yang kesemuanya ibu-ibu sudah menjadi tersangka.

Sebelumnya terjadi keributan warga dengan pengusaha masalah lahan. Warga mengeklaim jalan yang sudah bertahun-tahun digunakan sebagai akses warga ditutup sebagian dengan dinding.

Warga pun merobohkan dinding batako setinggi sekitar 2 meter dengan lebar 8 meter yang melintang ditengah jalan yang diklaim sudah puluhan tahun digunakan warga. (*)

Penulis:
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved