LION AIR JATUH

UPDATE LION AIR JATUH - Diduga Banyak Jenazah Terjebak dalam Badan Pesawat, Begini Analisa KNKT

KNKT menduga banyak korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang terjebak di dalam badan pesawat. Begini analisanya.

UPDATE LION AIR JATUH - Diduga Banyak Jenazah Terjebak dalam Badan Pesawat, Begini Analisa KNKT
ISTIMEWA/TRIBUN JABAR
Lion Air Jatuh 

TRIBUNBATAM.id, TANGERANG - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjonoe menduga, banyak korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang terjebak di dalam badan pesawat.

Artinya, jika badan pesawat ditemukan maka kemungkinan besar akan semakin banyak jenazah yang bisa ditemukan.

"Kemungkinan besar korban masih di dalam," ujar Soerjanto di crisis center Terminal IB Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Senin malam.

Baca: 20 Pegawai Kemenkeu Jadi Korban Kecelakaan Lion Air, Ternyata Mereka ke Jakarta Menghadiri Acara Ini

Baca: UPDATE LION AIR JATUH - Sudah 24 Jenazah Ditemukan, Pencarian Korban Terus Dilanjutkan

Baca: INFO GEMPA HARI INI - BMKG Catat Gempa Magnitudo 5.2 di Pandeglang, Banten, Selasa Jam 04.11 WIB

Baca: AC Mati Hingga Batal TakeOff, Ini Cerita Presenter Conchita Caroline yang Pernah Naik Lion Air JT610

Ia mengatakan, dugaan tersebut berdasarkan informasi bahwa dua menit usai lepas landas, pilot pesawat meminta untuk return to base atau kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.

Dua menit setelah lepas landas, tanda untuk memasang sabuk pengaman masih terus dinyalakan.

Diduga setelah benturan pesawat dengan permukaan air, para penumpang tidak sempat untuk melepaskan sabuk pengamanan.

"Gini, dua menit take off seatbelt-nya belum dilepas. Lampu masih nyala," ujar Soerjanto.

Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin pagi. Pesawat itu mengangkut 178 orang dewasa, 1 anak, dan 2 bayi, serta 7 awak pesawat lainnya. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KNKT Menduga Sebagian Besar Korban Lion Air Ada di Badan Pesawat"

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved