Minggu, 17 Mei 2026

Ini Sosok Gustika Jusuf Hatta, Cucu Bung Hatta yang Kuliah di Inggris dan Aktif Dalam Gerakan PBB

Dalam akun Facebooknya, wanita 24 tahun ini mempelajari studi tentang perang di universitas bergengsi tersebut.

Tayang:
ist/facebook Gustika Jusuf Hatta
Gustika Jusuf Hatta, cucu Bung Hatta 

TRIBUNBATAM.id - Nama Gustika Jusuf Hatta sempat mencuat baru-baru ini, namun tak banyak yang tahu sosok cucu Bung Hatta tersebut

Gustika Jusuf Hatta jadi sorotan saat memberi pesan menohok kepada Juru Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak yang menyamakan Sandiaga Uno dengan Bung Hatta.

Hal ini terlihat dalam cuitannya pada Rabu 24 Oktober 2018 lalu

Lantas, seperti apa sosok Gustika Jusuf Hatta?

Dikutip dari Wikipedia, Gustika Jusuf Hatta, cucu Mohammad Hatta ini merupakan satu-satunya anak Halida dengan sang suami, Gary Rachman Jusuf.

Baca: Takut Ketahuan Chat WhatsApp dengan Siapa? Sembunyikan Saja, Begini Caranya

Baca: Baru 10 Laga, Catatan Gol Cristiano Ronaldo Sudah Sejajar dengan Legenda Juventus 60 Tahun Lalu

Baca: Blak-blakan, Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Real Madrid: Seolah-olah Saya Tak Diperlukan Lagi

Gustika Jusuf Hatta, cucu Mohammad Hatta (Cetak layar Facebook Gustika Jusuf Hatta)
Gustika Jusuf Hatta, cucu Mohammad Hatta (Cetak layar Facebook Gustika Jusuf Hatta) ()

Lahir pada 19 Januari 1994, Gustika Jusuf Hatta memiliki nama lengkap Gustika Fardani Jusuf.

Ibundanya, Halida, merupakan seorang asisten dosen yang sempat bekerja sebagai analis-sosial politik dan sosial-ekonomi.

Sementara itu, dalam akun Kompasiana terverifikasi miliknya, Gustika Jusuf Hatta menyebut bahwa ayahnya merupakan seorang diplomat karir.

Sang ayah, Gary Rachman Jusuf, bekerja sebagai Duta Besar RI untuk Republik Kepulauan Fiji pada tahun 2016 silam.

Gustika Jusuf Hatta juga tercatat sebagai mahasiswi King's College London, Inggris.

Dalam akun Facebooknya, wanita 24 tahun ini mempelajari studi tentang perang di universitas bergengsi tersebut.

Gustika Jusuf Hatta, cucu Mohammad Hatta dan ibunya, Halida Hatta (Cetak layar Facebook Gustika Jusuf Hatta)
Gustika Jusuf Hatta, cucu Mohammad Hatta dan ibunya, Halida Hatta (Cetak layar Facebook Gustika Jusuf Hatta) ()

Gustika Jusuf Hatta berkuliah di sana sejak tahun 2015 hingga 2019 mendatang.

Tak hanya menimba ilmu di Inggris.

Gustika juga berperan aktif sebagai presiden di King's College London Indonesian Society.

Komunitas ini merupakan wadah bagi mahasiswa Indonesia yang berkuliah di King's College London.

Gustika Jusuf Hatta, cucu Mohammad Hatta (Cetak layar Facebook Gustika Jusuf Hatta)
Gustika Jusuf Hatta, cucu Mohammad Hatta (Cetak layar Facebook Gustika Jusuf Hatta) ()

Selain aktif di organisasi kampus, Gustika Jusuf Hatta juga tercatat aktif dalam gerakan PBB untuk Indonesia.

Disebutkan dalam akun Facebooknya, ia aktif magang di Permanent Mission of The Republic of Indonesia to the United Nations.

Dalam akun Kompasiana, wanita yang akrab disapa Tika ini menulis bahwa ia tertarik pada beberapa isu kemanusiaan.

Tika menyebut dirinya tertarik mendalami isu gender, peran wanita dalam perang serta hukum perlindungan seni budaya dalam konflik bersenjata.

Kompasiana Gustika Jusuf Hatta, cucu Mohammad Hatta (Cetak layar Kompasiana Gustika Jusuf Hatta)
Kompasiana Gustika Jusuf Hatta, cucu Mohammad Hatta (Cetak layar Kompasiana Gustika Jusuf Hatta) ()

Sebagai anak muda, Gustika Jusuf Hatta juga aktif dalam berbagai media sosial.

Tercatat, Gustika Jusuf Hatta masih memiliki akun Facebook, Instagram dan Twitter yang aktif.

Dalam berbagai akunnya itu, Tika kerap mengunggah foto-fotonya bersama sang ibu, Halida Hatta.

Gustika Jusuf Hatta, cucu Mohammad Hatta dan ibunya, Halida Hatta (Cetak layar Facebook Gustika Jusuf Hatta)
Gustika Jusuf Hatta, cucu Mohammad Hatta dan ibunya, Halida Hatta (Cetak layar Facebook Gustika Jusuf Hatta) ()

Dikabarkan sebelumnya, Gustika Jusuf Hatta geram lantaran nama kakeknya disamakan dengan Sandiaga Uno

Gustika Jusuf Hatta kemudian membeberkan perbedaan antara sosok kakeknya dengan cawapres Sandiaga Uno yang maju di Pilpres 2019 mendampingi Capres Prabowo Subianto.

Kegeraman Gustika Jusuf Hatta itu diungkapkan melalui akun Twitternya @Gustika. 

Protes keras Gustika Jusuf Hatta itu disampaikan di postingan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Faldo Maldini di Twitter, Rabu (24/10/2018).

Di video postingan Faldo Maldini tersebut, tampak juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar bersama tiga rekannya, dr Irene, dr Gamal Albinsaid dan Pipin Sopian.

Di video itu, Dahnil Anzar memperkenalkan satu per satu dan menanyakan alasan mereka mengapa pasangan Prabowo-Sandi pantas dipilih menjadi presiden dan wakil presiden.

Pertama, Faldo Maldini yang mengatakan bahwa Prabowo-Sandi diyakininya bisa membawa Indonesia dari jongkok hingga berdiri.

Kemudian dr Irene yang menyukai kata-kata emak-emak dan kebijakannya yang mendukung program emak-emak.

Lalu Pipin yang mengatakan kalau Sandiaga rajin puasa Senin-Kamis.

Sedangkan Gamal mengatakan kalau keduanya merupakan dynamic duo yang bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi hari ini dan yang akan datang.

Kemudian, Dahnil Anzar menyebut Prabowo-Sandi ini seperti bagian baru dari model Bung Karno dan Bung Hatta.

"Pak Prabowo itu seperti kombinasi Bung Karno dan Jenderal Sudirman. Sedangkan Bang Sandi, itu adalah bagian baru dari Bung Hatta," tandasnya.

Pada video yang diposting oleh Faldo Maldini itulah, cucu Bung Hatta meradang dan menuliskan protesnya.

Cucu Bung Hatta itu mengatakan, kalau tidak kenal dengan Bung Hatta, tidak usah mengibaratkan sebagai Bung Hatta.

Gustika Jusuf Hatta pun mengaku gerah nama kakeknya itu selalu digadai-gadai jelang Pilpres demi kepentingan politik.

"tidak kenal dengan Bung Hatta tidak usah mengibaratkan sebagai Bung Hatta.

tidak elok menggunakan nama beliau (dan Eyang Karno) demi kepentingan politik.

I'm so done, setiap pilpres nama beliau digadai-gadai. it's getting old," cuitnya, Rabu (24/10/2018) malam.

Cucu Bung Hatta memberi pesan kepada Dahnil Anzar (Twitter)
Cucu Bung Hatta memberi pesan kepada Dahnil Anzar (Twitter) ()

Gustika Jusuf Hatta kemudian membeberkan perbedaan mencolok antara kakeknya dengan Sandiaga.

Sang cucu Bung Hatta itu mengatakan kalau kakeknya adalah sosok yang selalu memperbaharui pengetahuannya.

Bahkan kata dia, sampai saat ini majalah yang sering dibaca kakeknya itu masih ada di perpustakaan di rumah.

Sang kakek, kata dia, tidak Asbun (asal bunyi) seperti Sandiaga.

"also, my grandfather is the type of person who "updates" his knowledge daily.

from philosophy to subscribing to FP and The Economist (majalahnya pada masih ada di perpustakaan di rumah), so none of the things that come out of his mouth is asbun- unlike Sandi," tulisnya.

(juga, kakek saya adalah tipe orang yang "memperbarui" pengetahuannya setiap hari. dari filosofi untuk berlangganan FP dan The Economist (majalahnya pada masih ada di perpustakaan di rumah), jadi tidak ada hal-hal yang keluar dari mulutnya yang asbun- tidak seperti Sandi)

Cucu Bung Hatta paparkan perbedaan Bung Hatta dengan Sandiaga Uno. (Twitter)
Cucu Bung Hatta paparkan perbedaan Bung Hatta dengan Sandiaga Uno. (Twitter) ()

Sementara itu, kata dia, sosok sang kakek itu sangat berbeda dengan Sandiaga Uno.

Di mana Sandiaga, kata cucu Bung Hatta itu, tidak mau repot mencari informasi sebelum berbicara.

Apalagi, menurutnya, karena sikap Asbun-nya itu, Sandiaga harus 'dididik' oleh Menteri susi, yang hanya lulusan sekolah menengah.

"Sandi, who doesn't even bother to look into fishing/boating regulations nor survey prices in pasar tradisional that he has to be "schooled" by Susi Pudjiastuti, a minister who only graduated high school ...

and netizens. like...," tulisnya lagi.

(Sandi, yang tidak mau repot-repot mencari peraturan memancing / berperahu atau harga survei di pasar tradisional bahwa dia harus "dididik" oleh Susi Pudjiastuti, seorang menteri yang hanya lulusan sekolah menengah ... dan netizens. seperti...)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved