TANJUNGPINANG TERKINI

Pesawat Gagal Landing di Tanjungpinang, Lanud RHF Langsung Tangani Keadaan Darurat. Ini Kronlogisnya

"Kegiatan simulasi berfungsi untuk menguji, melatih, sekaligus memantapkan kemampuan personel sesuai dengan bidang tugas dalam rangka Penanggulangan

Pesawat Gagal Landing di Tanjungpinang, Lanud RHF Langsung Tangani Keadaan Darurat. Ini Kronlogisnya
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat Penerbangan yang melibatkan 23 personel ARRF 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- Di tengah hangatnya insiden maut pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh saat terbang dari Jakarta ke Pangkalpinang, Senin (29/10/2018) lalu, di Tanjungpinang ada pesawat tergelincir, pada Rabu (31/10/2018) pagi.

Pesawat Gurindam Air dengan nomor penerbangan B 737-800 rute Jakarta-Tanjungpinang mengalami kendala saat hendak mendarat. Sebab, kecepatan dan arah angin seketika berubah.

Pesawat yang mengangkut 76 penumpang, termasuk awak kabin tersebut pun mendarat tidak dalam kondisi normal. Akibat gagal mendarat, pilot lalu berinisiatif menerbangkannya kembali.

Nahas terjadi, pesawatnya bukan malah naik ke udara, melainkan malah terhempas ke landasan hingga tergilincir. Mesin sebelah kanan terlepas hingga membakar badan pesawat lalu terjadi ledakan.

Petugas ATC segera berkoordinasi dengan petugas ARFF untuk melakukan penanganan keadaan darurat. Para personel langsung berupaya memadamkan api dari pesawat nahas tersebut. Petugas lain berusaha menyelamatkan para korban dari dalam pesawat.

Dalam insiden itu, ada 4 orang meninggal, 10 orang luka berat, 6 orang luka ringan, dan 56 orang korban selamar. Seluruh korban selanjutnya ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Rangkaian kegiatan ini hanyalah sebuah simulasi yang melibatkan 23 personel ARRF. Mereka dibagi menjadi 2 regu yakni pemadam dan evakuasi.

Baca: Masuk Udara NKRI Tanpa Izin. Sukhoi Usir Pesawat India dari Wilayah Kepri

Baca: Lion Air Jatuh - VIDEO Tangisan Pilu Seorang Ayah Saat Temukan Sepatu Hitam Anaknya

Baca: BREAKINGNEWS - Black Box Lion Air JT610 Terdeteksi, Ini Kata KNKT

"Kegiatan simulasi berfungsi untuk menguji, melatih, sekaligus memantapkan kemampuan personel sesuai dengan bidang tugas dalam rangka Penanggulangan Keadaan Darurat Penerbangan,” ungkap Endro Hadi Saputra Asisten Manager Off ARFF PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional RHF Tanjungpinang.

Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat Penerbangan
Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat Penerbangan (TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN)

Menurut Endro, kegiatan simulasi ini bertujuan untuk menguji fungsi koordinasi, komunikasi, dan komando antarunit dan instansi disekitar bandara sesuai dengan Dokumen Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara (Airport Emergency Plan Document) dan Dokumen Program Keamanan Bandar Udara (Airport Security Program Document).

Semua elemen mulai dari Lanud RHF, Lanudal, Wing Udara II, KKP Kelas II, Polsek Bandara, maskapai penerbangan, BMKG, dan Airnav terlibat dalam simulasi ini.

“Latihan ini merupakan salah satu bentuk antisipasi untuk membuat Angkasa Pura II selalu dalam keadaan siap untuk menghadapi kondisi darurat, baik secara sumber daya manusia maupun fasilitas,” tegas Endro. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved