Koin Emas VOC hingga Guci Antik. Perairan Karawang Ternyata Kuburan Kapal Karam Penuh Cagar Budaya
Ratusan penyelam diterjunkan ke Perairan Tanjung Karawang lokasi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT610.
TRIBUNBATAM.id, BANDUNG - Ratusan penyelam diterjunkan ke Perairan Tanjung Karawang lokasi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT610.
Dalam penyelaman tersebut, merupakan kuburan kapal-kapal karam bermuatan cagar budaya.
Selain kapal-kapal berusia ratusan tahun, kapal-kapal yang tenggelam di era modern ada di dasar perairan di sekitar Karawang, Jawa Barat.
Di beberapa tempat tersebut sempat ditemukan benda-benda yang kemudian ditetapkan sebagai cagar budaya karena nilai dan usianya.
"Salah satu yang sempat ada penemuan benda cagar budaya itu di perairan Cilamaya. Saat itu warga menemukan benda-benda berupa koin emas diduga peninggalan kongsi dagang pemerintah kolonial, Verenigde Oostindische Compagnie (VOC), guci-guci peninggalan Cina hingga jangkar berusia ratusan tahun," kata Sekretaris Dinas Perikanan, Sari Nurmiasih via ponselnya seperti dilansir Tribun Jabar, Kamis (1/11/2018).
Baca: Pasca Tragedi Lion Air, Pemerintah Periksa 11 Pesawat Boeing 737 Max 8 di Indonesia. Ini Hasilnya!
Baca: Lapor ke KNKT, Tasya Mengaku Melihat Lion Air JT610 Jatuh dengan Posisi Kepala Diatas
Baca: Kisah Penumpang Lion Air PK-LQP Rute Denpasar-Jakarta: Semua Teriak dan Terbayang Jika Pesawat Jatuh
Baca: Pernah Berstatus Pramugari Lion Air, Ini Ungkapan Istri Pasha Ungu Terkait Kecelakaan Lion Air JT610
Dalam keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun lalu, benda-benda cagar budaya merupakan barang muatan kapal karam (BMKT) yang tersebar di 463 tiik di perairan Indonesia mulai dari Kepulauan Riau, Selat Karimata, Perairan Bangka Belitung hingga Laut Jawa.
Sebaran kapal tenggelam tersebut umumnya membawa komoditi dan barang dari Cina, Asia Barat dan Eropa. Di antaranya seperti Belanda (VOC), Inggris hingga Spanyol.
Dalam keterangan resminya itu, KKP menyebut setiap lokasi BMKT memiliki sisi ekonomi bernilai antara 80 ribu sampai 18 juta dollar Amerika Serikat.
"Secara umum memang di Laut Jawa termasuk perairan Karawang merupakan satu kawasan BMKT. Termasuk di kawasan perairan Tanjung Pakis (lokasi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP) juga wilayah BMKT. Cuma memang sejauh ini baru ditemukan di Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya," ujar dia.
Jauh sebelum pemerintah pusat membuat sistem BMKT, Sari warga utara Karawang kerap menemukan benda-benda cagar budaya.
"Dulu warga di utara Karawang kerap menemukan koin-koin emas VOC hingga benda-benda antik seperti potongan guci hingga keramik, semuanya dijual per kilogram. Padahal itu memiliki nilai tinggi," ungkap Sari.
Okih Hermawan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Karawang, menambahkan sejumlah barang temuan di perairan Karawang oleh warga saat ini sudah diserahkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Sementara di sana dulu karena di kami belum ada galeri untuk penyimpanan koleksi tersebut. Sekarang dalam tahapan untuk membangun galeri tersebut yang dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata Pemprov Jabar," ujar Okih.
Pernyataan-pernyataan itu jadi beralasan saat dikaitkan dengan upaya pencarian pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 yang tenggelam di perairan Karawang pada Senin (29/10/2019).
Pada pencarian hari ketiga, Rabu (31/10/2018), tim SAR gabungan mendeteksi benda mirip badan pesawat Lion Air yang jatuh. Namun, saat dilakukan penyelaman, benda tersebut adalah sebuah kapal kayu yang karam hingga rangka kapal yang sudah usang.
Informasi yang dihimpun, pengangkatan BMKT sempat dilakukan di perairan Karawang pada 2008 oleh PT Paradigma Sejahtera, perairan Cirebon pada 2004 hingga perairan Kabupaten Subang. (*)
*Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Tanjung Karawang Lokasi Jatuhnya Lion Air PK-LQP Banyak Ditemukan Benda Cagar Budaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pencarian-korban-lion-air_20181030_061256.jpg)