BATAM TERKINI

Singapura Warning Nelayan yang Masuk Perairan Secara Ilegal. Ini Pesan Ditpolairud Polda Kepri

Pemerintah Singapura mengingatkan pada siapapun agar tidak memasuki wilayah perairan Singapura secara ilegal.

Singapura Warning Nelayan yang Masuk Perairan Secara Ilegal. Ini Pesan Ditpolairud Polda Kepri
TRIBUNBATAM/ISTIMEWA
Dian Marzuki bin Muhammad nelayan Pulau Lengkang menjadi korban patroli Marine Police yang menabrak boat nelayan 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Direktur Ditpolairud Polda Kepri Kombes pol Benyamin Sapta menghimbau pada nelayan agar tidak memancing melewati wilayah perbatasan perairan Out Port Limited (OPL) antara perbatasan Batam dan Singapura.

Hal ini untuk menjaga keamanan nelayan dan keamanan wilayah masing-masing negara di perbatasan.

"Kami menghimbau agar para nelayan tidak melewati batas perairan OPL dan memasuki wilayah Singapura untuk memancing di sana," terang Benyamin, Jumat (2/11/2018).

Baca: Nelayan Mengaku Ditabrak Kapal Patroli dan Ditinggal, Begini Penjelasan Pemerintah Singapura

Baca: Biasa Mancing di Perbatasan, Simak 7 Fakta Nelayan Batam Ditabrak Kapal Patroli Polisi Singapura

Baca: Soal Nelayan Ditabrak Polisi Singapura dan Ditinggal, Begini Penjelasan Polairud Polda Kepri

Baca: Sering Diusir hingga Dikaramkan, Ternyata Ini Alasan Nelayan Nekat Mancing di Perbatasan Singapura

Baca: Segera Jalani Operasi, Nelayan Batam yang Ditabrak Kapal Polisi Patroli Singapura Masih Trauma

Dia juga menuturkan, selain menjaga keamanan wilayah, himbauan ini bertujuan untuk mengantisipasi insiden yang baru-baru ini terjadi pada Dian Marzuki (28) nelayan asal Belakangpadang di perairan Sei Kijang wilayah Singapura.

"Karena nelayan juga tahu bahwa itu bukan wilayah kita. Cuma karena di sana mungkin ikannya lebih banyak dan sudah biasa mancing di sana, mereka sering  kesana," ujarnya.

Benyamin juga menceritakan, dari keterangan sejumlah nelayan yang merupakan teman korban saat kejadian itu, mereka mengaku ada 9 kapal speedboat yang mereka gunakan untuk memancing di sana jadi bukan sendiri.

Di saat mereka memancing masuk wilayah Singapura mereka awalnya dihalau oleh kapal Police Singapura. Dan para nelayan kembali ke perbatasan Batam atau Wilayah perairan Out Port Limited (OPL).

"Nah setelah pihak Police Singapura sudah tidak dilokasi, mereka kembali lagi kesana dan saat pihak kepolisian Singapura datang menghalau mereka dan mengejar mereka, disitulah kapal Speedboat korban ketabrak,"ungkapnya.

Benyamin menambahkan, setelah kejadian itu, teman-teman korban menarik kapal Speedboat milik korban dan membawa korban ke RSOB untuk diberikan pertolongan.

"Cuma permasalahannya di wilayah Singapura. Kita tidak mempunyai kewenangan untuk menangani itu.Karena kesalahannya ada pada nelayan kita. Sebab kejadiannya di Sei Kijang.Namun kami sudah mengajukan surat pemberitahuan kepada Konsulat Singapura," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved