CPNS 2018

Banyak Peserta CPNS Tidak Lulus, Benarkah Standar Kelulusan yang Dipatok Pemerintah Relatif Tinggi?

Ribuan calon peserta tes CPNS di Aceh mengeluh beratnya melewati passing grade atau standar minimum kelulusan CPNS dalam tes seleksi kompetensi dasar

Banyak Peserta CPNS Tidak Lulus, Benarkah Standar Kelulusan yang Dipatok Pemerintah Relatif Tinggi?
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Ilustrasi/Peserta tes CAT CPNS Pemko Tanjungpinang saat antre pemeriksaan berskas persyaratan ujian, Kamis (1/11/2018) 

2. Jumlah soal TWK 35, TIU 30 dan TKP 35 dengan total 100 soal. Sedangkan waktu yang diberikan 90 menit.

3. Durasi waktu menjadi kendala utama karena soal yang diberikan relatif panjang. Begitu juga dengan pilihan jawaban A sampai E yang tidak kalah panjangnya, terutama pada jenis soal TKP.

4. Peserta menghabiskan waktu untuk membaca soal yang panjang sehingga banyak soal yang tersisa dan dijawab seadanya dengan cara menebak di menit-menit akhir.

5. Passing grade yang relatif tinggi. Misalkan untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 143, Tes Intelegensia Umum (TIU) 80 dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75.

6. Banyak peserta tidak mampu memenuhi passing grade. Untuk memenuhi ketiga jenis passing grade tersebut peserta harus menjawab dengan benar minimal 15 dari 35 soal TWK, 16 dari 30 soal TIU dan 29 dari 35 soal TKP.

Karenanya, kata Budi, pemerintah harus meninjau ulang berkaitan dengan kebijakannya tentang SKD CPNS tahun ini, terutama berkaitan dengan passing grade kelulusan SKD tersebut.

"Karena soal-soal tidak mungkin lagi diubah, maka ada tiga hal yang bisa dilakukan oleh pemerintahan Jokowi saat ini. Pertama; menurunkan passing grade SKD. Kedua; kelulusan ditentukan rata-rata nilai dari ketiga nilai TKP, TWK dan TIU (artinya, kurang nilai pada satu tes kompetensi tidak menggugurkan peserta). Atau yang ketiga; panitia bisa membuat rangking dari hasil tes SKD CPNS tersebut, tidak langsung menggugurkan. Agar putra-putri terbaik Indonesia di bidangnya dapat berkompetisi lebih lanjut," sebutnya. (*)

Editor: Danang Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved