LION AIR JATUH

Ikut Evakuasi Korban Lion Air PK-LQP JT610, Agus Sulaiman: Saya Hanya Bisa Menangis di Dalam Air

Para penyelam yang turut melakukan pencarian memiliki banyak cerita ketika berada di bawah perairan Karawang.

Ikut Evakuasi Korban Lion Air PK-LQP JT610, Agus Sulaiman: Saya Hanya Bisa Menangis di Dalam Air
KOMPAS.COM
Penyelam dalam pencarian korban Lion Air JT610 

TRIBUNBATAM.id - Hingga kini, proses evakuasi korban dan puing pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP masih berlangsung dengan dilakukan penyelaman di daerah perairan Karawang, pada Selasa (6/11/2018).

Para penyelam yang turut melakukan pencarian memiliki banyak cerita ketika berada di bawah perairan Karawang.

Setelah penyelam Syachrul Anto dinyatakan meninggal karena mengalami dekompresi, pada Sabtu (3/11/2018), cerita penyelam lainnya dibagikan Agus Sulaiman.

Dikutip TribunWow.com dari Instagram @hariankompas, Agus Sulaiman merupakan penyelam 43 tahun yang sudah ikut proses evakuasi Lion Air dalam dua kali penyelaman.

Baca: Kepala Basarnas Menangis di Hadapan Keluarga Korban Lion Air PK-LQP : Nggak Kuat Saya!

Baca: TERUNGKAP! Ini 2 Fakta Baru Terkait Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion Air PK-LQP JT610

Baca: Ingin Bacok Ibunya Pakai Parang, Poniman Tewas Tertusuk Pedangnya Sendiri Saat Tersandung dan Jatuh

Baca: TERUNGKAP! KNKT Berhasil Buka Black Box, Ini Kerusakan Pesawat Lion Air PK-LQP JT610 Sebelum Jatuh

Itu juga bukan pertama kalinya Agus menjadi penyelam sukarelawan kegiatan dari SAR.

Namun, kali ini ia merasa terguncang hatinya setelah menyelam dalam proses pencarian penumpang Lion Air JT 610.

“Saya hanya bisa menangis di dalam air,” kata Agus Sulaiman.

Selain menangis, Agus juga tidak berani bercerita banyak soal apa yang dilihat dan ditemukannya di dasar laut.

Rekaman soal pengalamannya tersebut hanya berani ia simpan dalam ingatan serta kamera yang dibawanya.

Diberitakan sebelumnya, rekannya yang bertugas sama dengannya, Syachrul Anto, meninggal setelah sempat dilarikan ke RSUD Koja dalam keadaan tidak sadar ketika bertugas.

Menteri Pergubungan, Budi Karya Sumadi, turut menyampaikan belasungkawa terhadap Syachrul Anto.

Budi Karya menyebut, Syachrul Anto merupakan pahlawan aviasi.

"Kami menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat merasakan kerisauan yang mendalam dari keluarga korban, awak pesawat, atas kehilangan orang-orang terkasih," kata Budi Karya dalam pertemuan antara tim SAR gabungan dengan keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang digelar di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).

"Saya juga menyampaikan duka cita atas gugurnya satu pahlawan aviasi, yaitu Bapak Syachrul Anto, yang tergabung dalam tim SAR yang bertugas untuk mengevakuasi korban," sambungnya yang dikutip dari Kompas.com. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved