KARIMUN TERKINI

Bocah 3Tahun Penderita Tumor Gigi di Karimun Butuh Bantuan, Sejak Kena Tumor, Aldi Malu Keluar Rumah

Bocah asal RT 3 RW 1, Desa Sugi, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun itu kini hanya bisa menatap kawan-kawannya jauh dari balik jendela rumah

Bocah 3Tahun Penderita Tumor Gigi di Karimun Butuh Bantuan, Sejak Kena Tumor, Aldi Malu Keluar Rumah
TRIBUNBATAM.id/RACHTA YAHYA
Muhammad Aldi (3), bocah asal RT 3 RW 1, Desa Sugi, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, mengalami tumor gigi 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Jauh di Pulau Sugi, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Muhammad Aldi (3), sejak satu bulan belakangan ini tidak pernah lagi ke luar rumah.

Bocah asal RT 3 RW 1, Desa Sugi, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun itu kini hanya bisa menatap kawan-kawannya jauh dari balik jendela rumah.

Sudah satu bulan ini, Aldi mengidap penyakit tumor ganas pada giginya.

Baca: Daus Mini Segera Menikah Lagi, Lamaran Oktober Lalu. Calon Posting Foto: Jadi Nggak Sabar Halal

Baca: Saat Hendak Belok, Tiba-tiba Ban Lori Ini Lepas dan Mogok. Ruas Jalan di Sagulung Ini Langsung Macet

Baca: Berbalas Lewat Instagram, Jerinx SID Respon Singkat Klarifikasi Via Vallen 2 Jam Setelah Diunggah

Baca: Bikin Geram Warga Malaysia, Bayi Perempuan 11 Bulan Ini Tewas Akibat Kekerasan Fisik & Seksual

Akibat tumor itu, mulut Aldi jadi membesar seukuran kepalan tangan orang dewasa.

"Aldi tak mau keluar rumah lagi, malu katanya ditengok orang. Pernah sekali saya bawa keluar rumah, dia langsung sembunyi di belakang saya, pas saya tanya, malu mak lihat orang," kata Yusmiati (35), ibu Aldi kepada Tribun Batam.id, Senin (12/11/2018).

Alhasil, putra keempat dari lima bersaudara pasangan Azri (36) dan Yusmiati kini hanya main di rumah bersama adiknya yang masih bayi.

Kondisi itu membuat Yusmiati sedih. Anak sebesar itu kini harus menghadapi kenyataan pahit dalam hidupnya.

"Kami hanya bisa pasrah pak, kami orang kecil, bapaknya cuma nelayan kecil. Kami berserah diri kepada Allah saja," tutur Yusmiati lirih.

Kondisi Aldi sekarang cukup memprihatinkan. Dia tidak bisa menelan makanan yang diberikan orangtuanya.

Setiap kali disuapi makanan, makanan tersebut keluar kembali. Bahkan untuk minum air saja, airnya lebih banyak keluar dari pada masuk.

Halaman
12
Penulis: Rachta Yahya
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved