Pria Jepang Nikahi Boneka Anime Hatsune Miku. Terungkap, Ternyata Sudah Ribuan Pria Melakukannya

Seorang pria di Jepang, mengikat simpul perkawinan dengan sebuah boneka yang wajahnya mirip dengan bintang virtual Hatsune Miku.

Pria Jepang Nikahi Boneka Anime Hatsune Miku. Terungkap, Ternyata Sudah Ribuan Pria Melakukannya
Facebook
Akihiko Kondo dan boneka Hatsune Miku yang dinikahinya 

Uniknya, Gatebox, perusahaan yang memproduksi perangkat hologram Miku telah mengeluarkan "surat nikah", yang menyatakan bahwa manusia dan karakter virtual telah menikah "di luar dimensi".

Ternyata Akihiko tidak sendirian. Gatebox menyebutkan bahwa mereka sudah mengeluarkan lebih dari 3.700 sertifikat untuk pernikahan "lintas dimensi" ini.

Akihiko dan Miku serta surat nikah yang dikeluarkan oleh Gatebox

Akihiko adalah salah satu “korban” dari demam anime yang sangat populer di Jepang.

Mereka tidak peduli dengan para wanita yang menurut mereka hanya mematikan imajinasi mereka terhadap tokoh-tokoh anime yang disukainya.

Seperti kata Akihiko, “Miku tidak pernah mati, tidak cerewet dan tidak pernah bertambah tua.”

Ketika ia semakin tua, ia mengatakan seorang wanita di tempat kerja sebelumnya mengganggunya ke dalam gangguan saraf dan ia menjadi bertekad untuk tidak menikah.

Jepang memang salah satu negara yang mengalami masalah pada hubungan pria dan wanita dan tingkat kematian di negara itu lebih tinggi dari kelahiran.

Pada tahun 1980, hanya satu dari 50 pria yang belum menikah pada usia 50 tahun, angka itu sekarang satu dari berbanding empat.

Salah satu penghambat perkawinan di Jepang adalah karena masalah gender, wanita selalu ingin sama dengan pria, dan tidak mau memiliki anak.

Bahkan, Jepang adalah negara tertinggi prosentase penduduk wanitanya yang lebih terobsesi pada karir dan pekerjaan dibandingkan keluarga.

Apakah Akihiko bermasalah secara seksual?

Menurut pria ini, ia adalah seorang yang realistis karena tidak ada sosok apapun yang sempurna, termasuk Miku yang dinikahinya.

“Hubungan sya dengan Miku bukan soal masalah seksual, ini hanyalah soal kenyamanan, perhatian dan kebahagiaan,” katanya.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved