PEMILU 2019

Diduga Lakukan Money Politic, Bawaslu Karimun Proses Tiga Orang Caleg. Begini Kejadiannya

Ketua Bawaslu Kabupaten Karimun, Nurhidayat menjelaskan kegiatan kampanye memang diperbolehkan berbentuk kegiatan seperti turnamen

Diduga Lakukan Money Politic, Bawaslu Karimun Proses Tiga Orang Caleg. Begini Kejadiannya
TRIBUNBATAM.id/ELHADIF PUTRA
Ketua Bawaslu Kabupaten Karimun, Nurhidayat menjelaskan terkait kasus dugaan money politic yang melibatkan 3 caleg di Karimun, Rabu (14/11/2018) 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Diduga melakukan politik uang (money politic), tiga calon anggota legislatif (Caleg) diproses Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karimun.

Dua caleg pria dan satu wanita ini berasal dari satu partai politik yang sama.

Mereka masing-masing berinisial A yang merupakan caleg DPRD Provinsi Kepri dari Batam, E caleg DPR RI Dapil Kepri dan I caleg wanita DPRD Provinsi Kepri Dapil Karimun.

Baca: Motor Tabrak Pohon dan Nyungsep ke Parit di Tanjungpinang, Begini Kondisi Pengendara dan Anaknya

Baca: Jadwal Liga 1 - PSM Makassar vs Persijadan Persija, Laga Penentuan Kandidat Juara

Baca: Tidak Kapok Kawin Cerai, Muzdalifah Pamer Pacar Baru! Brondong Berusia 25 Tahun

Baca: 72 Persen Warga Bintan Sudah Jadi Peserta JKN-KIS. Untuk Satu Hal Ini, BPJS Minta Bantuan Pemkab

Temuan ini berawal dari adanya kegiatan turnamen bola volly di Selat Mi, Kecamatan Moro pada 26 September hingga 20 Oktober 2018.

Ketiga caleg terlibat dalam kegiatan dan menyediakan hadiah.

Masuknya A yang merupakan caleg Dapil Batam karena terlibat dalam turnamen dan pengurus partai.

Ketua Bawaslu Kabupaten Karimun, Nurhidayat menjelaskan kegiatan kampanye memang diperbolehkan berbentuk kegiatan lain seperti turnamen.

Namun munculnya dugaan pelanggaran money politik yang ditemukan adalah berupa besaran hadiah yang tidak sesuai aturan.

"Hadiahnya melebihi yang dibatasi Undang-Undang. Berdasarkan Undang-Undang hadiah maksimal hanya Rp 1 juta dan berbentuk barang. Diduga memang money politik," kata Nurhidayat, Rabu (14/11).

Dalam pemeriksaan kasus ini Bawaslu Kabupaten Karimun melakukan klarifikasi terhadap 17 orang saksi, yakni tiga orang pelapor, tiga terlapor, dua saksi ahli dan sembilan saksi terkait lainnya.

"Kita memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti. Untuk kasus ini kita setiap hari koordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan, serta sudah dua kali melakukan pembahasan resmi di Gakkumdu," jelas Nurhidayat.

Nurhidayat nenyebutkan saat ini ketiga caleg telah selesai diproses oleh Bawaslu dan dilimpahkan ke penyidik Polres Karimun untuk ditindaklanjuti.

"Hari ini kita limpahkan dan kita berharap dapat segera P21," ujarnya. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved