Dukun Ini Ngaku Bosan Makan Daging Manusia, Bawa Potongan Tubuh Manusia Saat Serahkan Diri ke Polisi

Saat menyerahkan diri, pria itu membawa potongan tubuh manusia dan mengatakan kepada polisi dia sudah bosan menyantap daging manusia.

Ilustrasi 

Dukun Ini Ngaku Bosan Makan Daging Manusia, Bawa Potongan Tubuh Manusia Saat Serahkan Diri ke Polisi

TRIBUNBATAM.id - Nino Mbath, seorang dukun yang diduga kanibal alias pemakan daging manusia diadili pekan ini setelah dia menyerahkan diri ke polisi tahun lalu.

Saat menyerahkan diri tahun 2017, pria itu membawa potongan tubuh manusia dan mengatakan kepada polisi dia sudah bosan menyantap daging manusia.

Pada Selasa (13/11/2018), pengadilan tinggi Pietermanritzburg, Afrika Selatan menyidangkan kasus tersebut.

Selain Nino, tiga orang lainnya yaitu Lungisani Magubane, Khayelihle Lamula, dan Sithembiso Sithole juga ditahan.

Meski Sithole meninggal dunia awal tahun ini, dua orang lainnya juga akan disidangkan dalam kasus ini.

Dakwaan terhadap ketiga orang ini mengungkap detil mengerikan bagaimana mereka membunuh dan memutilasi Zanele Hlatswayo (24).

Baca: Begini Cara Melihat Cadangan Chat WhatsApp di Google Drive, Pastikan Data Penting Kamu Tersimpan

Baca: Begini Cara Bikin Stiker WhatsApp Sendiri di Iphone & Android, Kirim Pesan Whatsapp Lebih Berwarna

Baca: Jumlah Penderita HIV/AIDS di Blitar Melonjak, Kebanyakan Ibu Rumah Tangga

Baca: Penyakit HIV/AIDS Mewabah di Subulussalam Aceh, Seorang Bayi Umur 20 Bulan Meninggal Dunia

Perempuan itu dibunuh untuk membuat muti atau obat tradisional yang diyakini bisa mendatangkan banyak uang bagi mereka.

Semua terdakwa menyatakan diri tidak bersalah terhadap semua tuduhan yang dijeratkan kepada mereka meski Nino Mbath sudah memberikan pernyataan kepada polisi.

Dalam kesaksiannya di persidangan, petugas polisi Ryan Ntshalintshali mengatakan, awalnya dia meyakini Mbath mengalami gangguan jiwa.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved